Pengertian Manajemen Konstruksi, Peran dan Fungsinya

Manajemen Konstruksi – Pengertian manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi.

Sebelumnya dalam artikel mengenai manajemen proyek, kita telah menyinggung sedikit mengenai proyek pembangunan gedung. Nah bagian tersebut ada kaitannya dengan manajemen yang akan kita bahas kali ini yaitu manajemen konstruksi.

Dalam KBBI konstruksi berarti susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dan sebagainya). Untuk bangunan-bangunan besar dan dengan nilai proyek yang tinggi, pembuatan konstruksinya memerlukan bantuan dari manajemen konstruksi.

Apa itu Manajemen Konstruksi?

Manjemen Konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah modal bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasehat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan.

Artikel Lain : 50 Peluang Bisnis Online Modal Kecil yang Bisa Dikerjakan dari Rumah

Construction Management Association of America (CMAA) menyatakan bahwa ada tujuh kategori utama tanggung jawab seorang manajer konstruksi. Diantaranya perencanaan proyek manajemen, manajemen harga, manajemen waktu, manajemen kualitas, administrasi kontrak, manajemen keselamatan, dan praktik profesional.

Peran Manajemen Konstruksi

Sebagai pelaksana pembangunan manajemen konstruksi memiliki berbagai peran. Seperti yang dikutip dari website projectmedias.blogspot.co.id, peran manajemen konstruksi terbagi menjadi empat berdasarkan tahapan pelaksanaannya yaitu

Agency Construction Management (ACM)

Pada tahapan ini manajer konstruksi berperan sebagai koordinator “penghubung” (interface) antara perancangan dan pelaksanaan serta antar kontraktor. Manajamen konstruksi mulai dari fase perencanaan dimana pihak pemilik membuat kontrak pada para kontraktor sesuai paket-paket pekerjaan yang diperlukan.

Artikel Lain : Cara Menemukan Inovasi dalam Hidup/Bisnis

Extended Service Construction Manajemen (ESCM)

Peran lain yang mungkin diberikan kepada manajemen kontraktor adalah sebagai kontraktor. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik tujuan antara kontraktor dan pihak manajemen. Pada bentuk yang lain, pihak manajemen bergerak berdasarkan permintaan dari pihak ESCM atau kontraktor.

Owner Construction Management (OCM)

Dalam hal ini peran manajemen konstruksi profesional dikembangkan lagi oleh pemilik. Sehingga pihak manajemen juga bertanggungjawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan.

Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM)

Konsultan ini bertindak lebih ke arah kontraktor umum daripada sebagai wakil pemilik. Disini konsultan GMPCM tidak melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggungjawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu. Sehingga pada peran ini manajemen bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor (sub kontraktor).

Artikel Lain : Apa bedanya Online Marketing Vs Digital Marketing ?

Fungsi dan Tujuan Manajemen Konstruksi

Seperti yang disebutkan diatas, manajemen konstruksi adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Beberapa diantara fungsi manajemen konstruksi lainnya adalah sebagai berikut

1. Perencanaan (Planning)

Fungsi perencanaan dari manajemen konstruksi adalah menentukan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Ini menyangkut pada pengambilan keputusan terhadap beberapa pilihan-pilihan yang berkaitan pada proses pembuatan konstruksi.

2. Mengorganisasi (Organizing)

Fungsi ini berkaitan dengan usaha manajemen untuk menetapkan jenis-jenis kegiatan yang perlu dilakukan. Gunanaya agar tugas atau kegiatan-kegiatan tadi lebih mudah ditangani oleh bawahannya karena sudah terorganisir dengan sangat baik.

Artikel Lain : Nasihat Imam Al-Ghazali : Mulai untuk Berhitung

3. Penempatan Orang (Staffing)

Fungsi ini meliputi usaha pengembangan dan penempatan orang-orang yang tepat di dalam jenis-jenis pekerjaan yang sudah direncanakan awalnya.

4. Mengarahkan (Directing)

Fungsi lain dari manajemen konstruksi adalah directing atau  biasa juga disebut supervisi. Fungsi ini menyangkut pembinaan motivasi dan pemberian bimbingan kepada bawahan untuk pelaksanaan tugas yang sesuai perencanaan.

5. Mengontrol (Controlling)

Fungsi terakhir adalah controlling. Fungsi ini berguna untuk menjamin bahwa perencaan bisa diwujudkan secara pasti. Proses kontrol pada dasarnya selalu memuat unsur: perencanaan yang diterapkan, analisa atas deviasi atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, dan menentukan langkah-langkah yang perlu untuk dikoreksi.

Artikel Lain : Manajemen Apotek, Tips Memulai Membuka Apotek

Tugas Manajemen Konstruksi

Adapun tugas lain dari manajemen konstruksi secara garis besar seperti yang telah dikutip melalui website jasasipil.com, adalah sebagai berikut

  1. Mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan apakah sesuai dengan metode konstruksi yang benar atau tidak
  2. Meminta laporan progres dan penjelasan pekerjaan tiap item dari kontraktor secara tertulis
  3. MK berhak menegur dan menghentikan jalannya pekerjaan apabila tidak sesuai dengan kesepakatan
  4. Mengadakan rapat rutin baik mingguan maupun bulanan dengan mengundang konsultan perencana, wakil owner, dan kontraktor.
  5. Berhubungan langsung dengan owner atau wakil owner dalam menyampaikan segala sesuatu di proyek
  6. Menyampaikan progres pekerjaan kepada owner langsung
  7. Mengesahkan material yang akan digunakan apakah sesuai dengan spesifikasi kontrak atau tidak.
  8. Mengelola, mengarahkan, dan mengkoordinasi pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor dalam aspek mutu dan waktu.
  9. Mengesahkan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor
  10. Memeriksa gambar shop drawing dari kontraktor sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan.
  11. Selalu meninjau ulang metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar memenuhi syarata K3LMP (kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan, mutu, dan pengamanan)
  12. Memberikan Site Instruction secara tertulis apabila ada pekerjaan yang harus dikerjakan namun tidak ada di kontrak untuk mempercepat jadwal.

Artikel Lain : Manajemen Produksi, Cara Terbaik Optimalkan Produksi

Nah itulah tadi sedikit mengenai manajemen konstruksi, semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Saya mohon maaf untuk kesalahan yang ada dalam tulisan. Saya cukupkan sekian dan terima kasih, sampai jumpa pada artikel selanjutnya.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: