Bagaimana ya Manajemen Farmasi di Rumah Sakit?

Manajemen Farmasi Rumah Sakit – Pengertian manajemen farmasi rumah sakit adalah usaha untuk mengelola kegiatan farmasi atau mengatur proses yang berkaitan dengan obat-obatan yang terdapat dalam rumah sakit

Dalam sebuah instansi pastilah membutuhkan manajemen, yang mana digunakan untuk mencapai tujuan dari sebuah instansi tersebut. Begitu juga dengan rumah sakit.

Dalam kutipan chandrabintoro.wordpress.com, terdapat beberapa tahapan dalam manajemen farmasi rumah sakit, berikut penjelasannya.

1.Perencanaan

Adalah proses kegiatan dalam pemilihan jenis, jumlah, serta harga perbekalan farmasi yang mana sesuai dengan kebutuhan serta anggaran, agar menghindari kekosongan obat dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan serta dasar perencanaan yang telah ditentukan.

2.Pengadaan

Adalah kegiatan agar merealisasikan kebutuhan yang direncanakan serta telah disetujui . pengadaan dapat berupa:

  • Pembelian, dapat berupa tender ataupun pembelian langsung dari pabrik/distributor pedagang besar farmasi/rekan.
  • Produksi, ada dua yaitu produksi steril serta non steril
  • Sumbangan/droping/hibah

3.Produksi

Adalah kegiatan untuk membuat, merubah bentuk, serta pengemasan kembali sediaan farmasi steril ataupun non steril agar memenuhi kebutuhan pelayan kesehatan di rumah sakit.

manajemen rumah sakit

uamh sakit yang bagus adalah yang tak membedakan pasien berdasarkan stratanya (image : google)

4.Penerimaan

Adalah proses untuk menerima perbekalan farmasi yang mana telah diadakan sesuai aturan yang berlaku, dengan jalan membeli langsung, tender, konsinyasi ataupun dengan sumbangan.

5.Penyimpanan

Merupakan aktivitas pengaturan perbekalan farmasi sesuai dengan persyarataan, seperti:

  • Dibedakan menurut bentuk sediaan serta jenisnya
  • Dibedakan menurut suhu kestabilannya
  • Mudah tidaknya meledak/terbakar
  • Tahan/tidaknya terhadap cahaya

6.Pendistribusian

Merupakan segala aktivitas mendistribusikan perbekalan farmasi di rumah sakit agar pelayanan individu dalam proses terapi bagi pasien rawat inap serta rawat jalan dan juga agar menunjang pelayan medis.

7.Pencatatan serta Pelaporan

Hal ini dilakukan guna mengetahui ragkaian aktivitas dalam rangka penatausahaan obat-obatan secara tertib, baik obat yang diterima, disimpan didistribusikan ataupun yang telah digunakan dalam unit pelayanan rumah sakit.

Tujuan kegiatan ini adalah guna tersedianya data mengenai jenis serta jumlah penerimaan persedian, pengeluaran/penggunaan serta data mengenai waktu dari seluruh rangkaian aktivitas mutasi obat.

8.Penggunaan

Hal ini adalah salah satu dari mata rantai yang mana tak dapat dipisahkan dengan fungsi pengolalaan obat lainnya, yaitu berupa perencaan, pengadaan, serta pendistribusian obat.

9.Penghapusan obat

Merupakan rangkaian aktivitas untuk pembebasan obat-obatan milik maupun kekayaan Negara dari tanggungjawab berdasarkan peraturan perundang-undangan yang telah berlaku. Adapun tujuan dari penghapusan obat ini:

  • Menjaga keselamatan kerja serta menghindarkan dari pengotoran lingkungan
  • Menghindarkan atas pembiayaan atas barang yang mana sudah tak layak untuk dipelihara
  • Penghapusan pertanggungjawaban petugas terhadap obat-obatan yang telah diurus, yang mana sudah ditetapkan untuk dihapus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikianlah penjelasan tentang manajemen rumah sakit, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah membaca artikel kami. Sampai jumpa pada artikel yang lainnya.

Cari Artikel di Sini


Bagaimana ya Manajemen Farmasi di Rumah Sakit? | Admin | 4.5
%d bloggers like this: