12 Tips Manajemen Emosi yang Efektif!

Manajemen Emosi – Pengertian manajemen emosi adalah pengolahan emosi diri kita dalam menghadapi suatu masalah.

Terkadang kita merasakan namanya emosi entah itu emosi positif ataupun negatif. Emosi negatif dapat berupa marah, benci dan sebagainya sedangkan emosi positif seperti senang, bahagia bersemangat dan lainnya. Akan tetapi bila kita tak bisa mengontrol emosi baik itu emosi positif ataupun negatif tentu tidaklah baik.

Nah disitulah kita butuh yang namanya manajemen emosi. Tapi apa sebenarnya manajemen emosi itu? Dikutip dari friendship-uween.blogspot.co.id, manajemen emosi merupakan pengolahan emosi diri kita dalam menghadapi suatu masalah.

Pengolahan emosi sangatlah penting bagi kita dalam menghadapi masalah, karena dalam menghadapi masalah harus dengan emosi yang terkontrol sepenuhnya. Bila kita lihat kebanyakan orang tak bisa mengontrol emosi dalam memecahkan masalahnya.

Bila kita tak mengontrol emosi saat menyelesaikan masalah terkadang masalah tersebut bukannya selesai malah tambah runyam. Banyak literatur yang mengatakan bahwa mempunyai kecerdasan intelektual tidaklah cukup, tapi kita perlu mengimbanginya dengan kecerdasan emosional.

Artikel Lain :  Manajemen Apotek, Tips Memulai Membuka Apotek

Bila dilihat ada 2 hal utama dalam dalam kecerdasan emosional, yaitu mengenali serta mengelola emosi. Dengan mengelola emosi yang baik kecerdasan emosi dat memberikan sumbangsih terhadap kebahagian orang. Seorang ahli kecerdasan emosi Goleman menceritakan kisah menarik.

Penn seorang mahasiswa yang cemerlang serta kreatif, memenuhi syarat yang telah diterapkan oleh Yale Universuty. Masalah yang dihadapi Penn adalah  ia berbangga akan keluarbiasaan dirinya. Karena itu, seperti kata seorang profesor, mahasiswa ini ”luar biasa sombong”.

Walaupun Penn sangat hebat, ia tidak disukai orang lain, terutama oleh orang yang harus bekerja sama dengannya. Meskipun demikian, nilainya sungguh luar biasa dalam ujian tertulis. Setelah ia lulus, dia diincar oleh banyak perusahaan.

Artikel Lain : Manajemen Laba, Strategi dalam Akuntansi

Perusahaan bonafit dalam bidang terkait menawarinya wawancara agar bekerja, ia merupakan orang terbaik bila dilihat dari resume. Akan tetapi karena keangkuhannya hanya satu perusahaan yang menawarinya pekerjaan untuk Penn. Itupun hanya perusahaan kelas dua.

Matt merupakan seorang mahasiswa Yale lain yang sejurusan dengan Penn, bila dilihat akademiknya tidak begitu gemilang. Akan tetapi ia pandai untuk bergaul sehingga disukai oleh orang yang bekerjasama dengannya.

Sesudah lulus, Matt diterima bekerja oleh tujuh dari delapan perusahaan yang mewawancarainya. Matt terus sukses dalam bidangnya, sementara Penn dipecat walaupun baru bekerja selama dua tahun bekerja diperusahaan yang pertama kali menerimanya.

Matt punya kecerdasan emosi sedangkan Penn tidak ( Goleman, Warking, hal.22).

Bila kita mengambil hikmah dari cerita tersebut bahwasannya untuk mencapai kesuksesan bukan hanya membutuhkan kecerdasan intelektual saja, juga membutuhkan manajemen emosi yang baik. Tapi bukan berarti kecerdasan intelektual tidaklah penting.

Artikel Terkait : Cara Mengorganisasi Potensi Diri

Masalahnya adalah seberapa kita tergantung akan kecerdasan intelektual yang kita punya. Semakin kita hanya mengandalkan kecerdasan intelektual saja serta mengabaikan kecerdasan emosi maka dapat dipastikan kita akan jauh dari kesuksesan.

Maka kita harus memberikan porsi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosi atau bahkan mengedepankan kecerdasan emosi. Ini dikarenakan kecerdasan emosi akan memberi jalan kepada kesuksesan.

Keberhasilan seseorang bukan hanya faktor dari indeks prestasi (IP) bahkan predikat lulusan terbaik dari segi akademis. Tapi mereka yang punya pengendalian diri, motivasi diri, tak gampang emosi, sabar, inisiatif, akan mempunyai peluang lebih besar untuk mencapai kesuksesan dan bahagia lebih mudah.

Artikel Terkait : 44 Ide Peluang Usaha Online Modal Kecil yang Bisa Dikerjakan dari Rumah

Bila kita lihat banyak sekali orang yang belum dapat memanajemen emosi mereka. Terdapat beberapa ciri orang yang belum mampu mengendalikan emosinya.

  1. Berkata keras serta kasar kepda orang lain
  2. Marah serta meruasak barang disekitarnya
  3. Ringan tangan kepada orang lain
  4. Melakukan tindak kriminal
  5. Melarikan diri dengan memakai narkoba, minuman keras, pergaulan bebas dll.
  6. Menangis serta larut dalam kekesalan yang mendala, dan masih banyak lagi cirinya

Terus bagaimana caranya agar bisa memanajemen emosi. Terdapat beberapa cara untuk me-manage emosi kita, diantaranya:

1. Rasakan yang Orang Lain Rasakan

Ini seperti halnya empati. Bayangkan saja saat marah kepada orang lain, lalu bayangkan kita ada diposisi mereka yang dimarahi. Bagaimana rasanya? Tapi kalau marah yang sifatnya mendidik tak masalah, yang menjadi masalah kalau sudah membabi buta tentu sakitnya tuh disini.

2. Tenangkan Hati di Tempat yang Nyaman

Saat kita marah alihkan perhatian kita pada sesuatu yang paling kita suka serta lupakan yang terjadi. Carilah tempat yang cocok untuk menenangkan diri. Bila emosi kita memuncak mungkin kita butuh refreshing untuk menyegarkan diri.

3. Mencari Kesibukan yang Disukai

Agar kita dapat meredakan emosi kita yang telah memuncak kita membutuhkan suatu pengalihan untk kemarahan kita dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita melupakan kemarahan kita.

4. Curhat Kepada Orang Lain yang Dipercayai

Ceritakan segala sesuatu yang membebani pikiran kita, mungkin dengan bercerita kepda orang lain dapat meringankan dan mengurangi beban hati kita. Tapi ingat curhatlah kepada orang yang dipercayai agar curhatan kita tak menyebar kepada oarng yang tak diinginkan.

5. Mencari Penyebab dan Mencari Solusi

Setelah pikiran kita tenang, mulailah mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk meneyelesaikannya. Untuk lebih memudahkan kita carilah bulpen dan secarik kertas, tulislah masalah kita beserta apa saja jalan keluarnya. Pilih jalan keluar terbaik untuk menyelesaikannya.

6. Ingin Menjadi Orang Baik

Bila kita sering nonton tv orang baik adalah orang yang saat marah tetap tenang, langsung ke pokok permasalahan, tidak menyakiti orang lain, serta mencari jalan terbaik. Setiap orang pastilah ingin dipandang sebagai orang baik.

7. Cuek dan Melupakan Masalah yang Ada

Ketika kita marah dan kita sadar sedang marah cobalah bersikap masa bodoh dengan semua kemarahan kita. Ubahlah kemarahan kita menjadi sesuatu yang penting bagi kita atau dengan kata lain salurkan kemarahan kita dengan hal yang positif.

Baca Juga : Tips Manajemen Waktu yang Efektif!

8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak

Sebelum kita marah kepada orang lain cobalah kita berfikir dua kali apakah masalah tersebut membuat kita layak untuk memarahi orang lain dengan emosi yang berlebihan.

Terkadang ada orang yang hanya beradu pandang dengan orang lain langsung memancing amarahnya dan menegur dengan cara yang mengundang pertikaian. Padahal bila kita lihat itu hanyalah masalah sepele saja, Hindari membesar-besarkan masalah yang sepele.

9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita dan Impian Hidup

Semakin banyak cita-cita dan impian kita maka kita akan sibuk dengan urusan untuk meraihnya, tetapkan impian kita setinggi mungkin akan tetapi masih realistis untuk dicapai bila kita berusah keras.

Hal itu akan membuat hal yang sepele tidak akan menjadi penting karena kta sibuk untuk meraih impian kita. Mengikuti hawa nafsu hanya akan membuang waktu kita yang amat berharga.

10. Kendalikan Emosi dan Jangan Mau Diperbudak Amarah

Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang disekar kita merasa tak nyaman sudah tentu sangat tidak baik. Hal itu mengakibatkan kehidupan sosialnya akan buruk. Ikrarkan pada diri kita agar tak mudah marah.

Cuek saja terhadap sesuatu yang tak penting. Anggaplah kemarahan yang tak terkendali adalah musuh terbesar bagi kita bila perlu kita minta bantuan untuk mengatasinya.

11. Jangan Membalas Api dengan Api

Untuk meredam kemarahan dari orang lain kita tak perlu menggunakan emosi, hal ini dimaksudkan agar permasalah tidak menjadi semakin rumit. Kita hanya perlu mendengarkan apa yang ingin disampaikan dan jangan banyak merespon.

Tenang, jangan banyak hiraukan dan masukkan kedalam hati kita apa yang dikatakan orang marah. Kita hanya perlu mengambil intinya saja, sisanya kita buang agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.

12. Segera Meminta Maaf Dengan Cara yang Baik

Bila marahnya akibat perbuatan kita maka kalau bukan kesalah kita jelaskan kepadanya dengan baik. Tapi bila itu memang kesalahan kita segeralah kita meminta maaf dan selesaikan dengan baik penuh dengan kesabran an ketenangan dalam mengatasi samua kemarahannya.

Demikian penjelasan tentang manajemen emosi, semoga kita dapat mengambil pelajarannya sehingga kita mengendalikan emosi kita. Karena emosi hanya membuang tenaga serta waktu kita saja. Sekian dan terima kasih sampai jumpa di artikel selanjutnya

Cari Artikel di Sini


12 Tips Manajemen Emosi yang Efektif! | Rocket Manajemen | 4.5
%d bloggers like this: