Pengertian Manajemen Biaya, Konsep dan Tujuannya

Manajemen Biaya – Pengertian mananjemen biaya adalah sistem desain yang akan menyediakan keperluan manajemn agar dapat mengetahui peluang penyempurnaan, perencanaan strategi, serta keputusan operasionall yang diperlukan oleh sebuah lembaga.

Untuk kesempatan kali ini kita akan membahas tentang manajemen biaya. Apa itu manajemen biaya? Pasti anda berpikir apa bedanya dengan manajemen keuangan, yang telah dibahas pada artikel kemarin? (baca : manajemen keuangan).

Dalam hal ini manajemen biaya adalah sistem desain yang akan menyediakan keperluan manajemn agar dapat mengetahui peluang penyempurnaan, perencanaan strategi, serta keputusan operasionall yang diperlukan oleh sebuah lembaga.

Sistem manajemen biaya ini sangat berintegrasi dengan elemen yang lainnya seperti halnya, sistem desain serta pengembangan, sitem produksi serta pembelian, sistem pelayana konsumen, dan juga sistem distribusi serta pemasaran.

Nah terdapat beberapa konsep dasar dari sistem manajemen biaya itu sendri, misalnya:

1. Konsep Nilai Tambah

Merupakan suatu sistem yang akan membuat perusahaan berusaha agar melakukan semua aktivitas bernilai tambah dengan car seefeksien mungkin serta akan menghilangkan aktivitas yang tak punya nilai tambah.

2. Konsep Akutansi aktivitas

Merupakan sebuah proses untuk pengumbulan beserta pelacakan dari kinerja keuangan serta operasional yang ada tentang aktifitas yang signifikan dalam perusahaan dan juga menyediakan umapan timbal balik antara hasil sesungguhnya dengan yang telah direncanakan.

Dalam hal ini juga untuk menetukan langkah koreksi bila semua memerlukan Activity-based costin (ABC). ABC merupakan sebuah metodologi dalam mengatur kinerja aktivitas serta biaya, sumber-sumber, serta obyek biaya.

3. Konsep Biaya Target

Meruakam salah satu konsep yang berbasis pada pasar yang mana dihitung menggunakan harga pasar yang ditujukan untuk dapat memperoleh pangsa pasar yang telah ditentuakan sebelumnya.

Dalam hal ini penetuan biaya terget merupakan salah satu alat manajemen agar dapat meminimalkan biaya salam proses daur hidup dari produk.

Sedangkan tujuan dari sistem manajemen biaya sendiri dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :

  1. Mengidentifikasi dari biaya aktivitas yang ada
  2. Menentukan efisiensi, efektivitas, serta ekonomi aktivitas
  3. Penyempurnaan dari kinerja masa depan.
  4. Mencapai tiga tujuan tersebut bersamaan dalam sebuah lingkungan perubahan teknologi

Nah manfaatnya dari manjemen biaya itu sendri adalah:

  1. Perencanaan serta mengendalikan suatu organisasi
  2. Peningkatan terhadap pelacakkan biaya
  3. Mengoptimalkan kinerja dari daur hidup produk
  4. Membuat sebuah keputusan
  5. Manajemn investasi
  6. Mengukur dari kinerja
  7. Medukung dalm otomasi beserta filosofi pemanufakturan

Sedangkan untuk prinsipnya sendir ada10, pertama pengidentifikasian terhadap biaya bernilai tambah serta tak tambah. Kedua, pelacakkan terhadap biaya aktivitas yang nilainya tak bertambah. Ketiga, pelacakka terhadap biaya signifikan pada tujaun pelaporan biaya.

Keempat, penetuan terhadap pusat biaya pada kelompok aktivitas homogen. Kelima, peningkatan kerlacakan biaya dengan sistem ABC. Keenam, penengambangn dalam driver biaya untuk menunjukkan sebab akibat biaya serta aktivitas.

Ketujuh, pengumpulan seua biaya terhadap daur didup produk. Kedelapan, pembebanan terhadap biaya teknologi. Kesembilan, mambandingkan antara biaya terget dengan biaya sesungguhnya. Terakhir, penggunaan biaya efektif terhadap pengendalian internal.

Sedangkan prinsip pengukuran kinerja akan mengharuskan sistem manajemn biaya agar dapat mengukur kinerja, keselarasan terhadap tujuan perusahaan, aktivitas yang signifikan, peningkatan visibilitas driver biaya, pencangkuapan aktivitas keuangan serta bukan keuangan.

Bial kita berbicar dengan prinsip manajemen investasi maka sistem manajemen biaya ini harus dapat,mengaji semua usulan terhadap investasi secara teliti, pembuatan keputusan investasi yang konsisten terhadap tujuan awal, mengkoreksi keputusan dengan kriteria ganda.

Selain diatas sistem manajemen biaya juga harus dapat memprtimbangkna resiko dari investasi, pelacakkna terhadap aktivitas probability investasi, mendukung dari pengurangnan terhadap aktivitas tak bernilai tambah, sderta mandukung dalam pencapaian biaya target.

Sedangkan untuk elemen dari manajmen biaya itu sendiri ada 8, yaitu, lingkuanagn pemanufakturan maju, Just-in-time (JIT), total quality management (TQM), activity-based managemen (ABM), akutansi aktivitas (AA), activity-based coasting (ABC), pengukuran dari kinerja serta manajemen investasi.

Dikutip dari claudiadhe.blogspot.co.id

Cari Artikel di Sini


Pengertian Manajemen Biaya, Konsep dan Tujuannya | Rocket Manajemen | 4.5
%d bloggers like this: