Apa itu Manajemen Aset? Definisi dan Siklusnya

Manajemen Aset – Pengertian manajemen aset adalah proses pengambilan keputusan dan implementasinya sesaui dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut.

Dalam sebuah perusahaan tentu memiliki aset, bahkan tidak hanya perusahaan kita juga memiliki aset penting. Aset ini biasanya berupa barang fisik seperti surat tanah, apartemen, dan lainnya, terkadang juga tidak berbentuk seperti saham, hak cipta dan merk dagang.

Dalam kbbi sendiri kata aset memiliki arti sebagai sesuatu yang memiliki nilai tukar; modal atau kekayaan. Bisa dikatakan juga bahwa aset ini termasuk investasi atau sumber dana bagi perusahaan. Maka dari itu agar dapat bermanfaat secara optimal diperlukan pengelolaan seperti manajemen aset.

Apa itu manajemen aset? Bagaimana pengelolaan nya?. Jawaban nya ada dalam artikel kali ini. Kita akan membahas manajemen aset mulai dari definisi menurut ahli hingga ke tahapan-tahapan dalam pengelolaannya. Selamat membaca.

Artikel Lain : Cara Jitu Dapat Ribuan +1 Google Plus

Manajemen Aset

Pengertian Manajemen Aset Menurut Ahli

Dari yang telah dikutip melalui blog destrianirahayu.blogspot.co.id, terdapat tiga pendapat ahli mengenai definisi manajemen aset. Berikut ini masing-masing pendapat mereka yaitu A Gima Sugiaman, Doli D. Siregar, dan menurut  Kaganova dan McKellar.

A Gima Sugiama

Manajemen aset menurut beliau adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginventarisasi, melakukan legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien.

Doli D. Siregar

Sedangkan Doli D. Siregar menuturkan bahwa manajemen aset merupakan salah satu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang dan populer di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi.

Artikel Lain : Cara Jitu Riset Produk

Kaganova dan McKellar

Menurut Kaganova dan McKellar sendiri manajemen aset bisa didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan implementasinya sesaui dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut.

Dari berbagai definisi itu kita bisak tarik benang merah bahwa manajemen aset memiliki dua definisi umum, salah satu yang berkaitan dengan jasa konsultasi dan lainnya yang berkaitan dengan keuangan perusahaan.

Dalam contoh pertama, sebuah perusahaan penasihat atau jasa keuangan memberikan pengelolaan aset dengan mengkoordinasikan dan mengawasi portofolio keuangan klien. Protofolio ini misalnya, investasi, anggaran, rekening, asuransi dan pajak.

Artikel Lain : Info Lengkap Manajemen Konstruksi

Pada contoh lain yaitu perusahaan keuangan, manajemen aset adalah proses untuk memastikan bahwa aset berwujud dan tidak berwujud perusahaan dipertahankan, dicatat, dan dikondisikan pada posisi optimal untuk digunakan.

Tujuan Manajemen Aset

Selain definisi tersebut para ahli juga menyebutkan berbagai tujuan dari manajemen aset. Salah satu pendapatnnya adalah dari Hambali yang menyatakan manajemen aset memiliki 5 tujuan seperti berikut ini.

  • Menunjukan kejelasan status kepemilikan aset
  • Menginventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai aset
  • Mengoptimasi penggunaan dan pemanfaatan untuk meningkatkan pendapatan dimana aset yang berstatus idle capacity dapat dimanfaatkan sesuai peruntukkan yang ditetapkan
  • Mengoptimasi aset agar dapat mengidentifikasi dan mengetahui pemanfaatannya untuk apa, peruntukkan aset kepada siapa dan mampu mendatangkan pendapatan bagi pengelola aset
  • Pengamanan aset
  • Sebagai dasar penyusunan neraca dalam akuntansi.

Artikel Lain : 6 Tabungan Terbaik Bank Panin

Nah secara umum tujuan dari pengelolaan aset tidak berbeda jauh dengan manajemen lainnya yaitu membantu memenuhi tujuan penyediaan pelayanan secara optimal, efektif dan efisien.

Dalam hal ini mencakup perencanaan, panduan pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, optimasi, penghapusan aset dan pengaturan risiko serta biaya yang terkait selama siklus hidup aset.

Pengelolaan aset juga bertujuan untuk mengetahui kejelasan dari kepemilikan aset sehingga pemilik aset dapat dengan aman dan tidak terbentur masalah legalitas dalam mendayagunakan aset yang dimilikinya.

Artikel Lain : Info Lengkap Manajemen Perkantoran: Proses, Fungsi dan Ruang Lingkup

Siklus Manajemen Aset

Dalam manajemen aset terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Setiap tahapan ini terhubung sehingga membentuk suatu siklus. Setidaknya terdapat delapan tahapan dari manajemen aset yaitu

Perencanaan Kebutuhan Aset

Pada tahap ini pihak manajemen aset merencanakan apa saja hal yang diperlukan untuk pengelolaan aset. Misalnya kebutuhan untuk pengadaan, inventarisasi, perawatan dan lainnya.

Pengadaan Aset

Kegiatan pengadaan aset ini merupakan kegiatan untuk mendapatkan aset. Aset seperti barang atau jasa bisa didapatkan dengan menggunakan biaya sendiri atau dari pihak lain begitu juga dengan pelaksanaannya.

Artikel Lain : Info Lengkap Keuntungan dan Syarat Giro Bank Permata

Inventarisasi Aset

Tahapan ini merupakan rangkaian kegiatan mengidentifikasi kualitas dan kuantitas aset secara fisik maupun non fisik, dan secara yuridis / legal. Setiap aset diberikan kodefikasi dan didokumentasikan untuk kepentingan pengelolaan aset bersangkutan.

Legal Audit Aset

Pada proses ini dilakukan pengauditan tentang status aset, sistem dan prosedur penguadaan, sistem dan prosedur pengalihan. Selain itu juga dilakukan pengidentifikasian adanya indikasi permasalahan legalitas, sekaligus pencarian solusi untuk masalah tersebut atau yang terkait dengan penguasaan dan pengalihan aset.

Penilaian Aset

Sebuah proses kerja untuk menentukan nilai aset yang dimiliki, sehingga dapat diketahui secara jelas nilai kekayaan yang dimiliki, atau yang akan dialihkan maupun yang akan dihapuskan.

Artikel Lain : Pengguna Gplus? Pastikan Tahu 6 Fitur Terbaiknya!

Pengoperasian dan Pemeliharaan Aset

Tahap ini aset yang dimiliki dimanfaatkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu segala bentuk aset juga dijaga dan diperbaiki agar dapat dioperasikan dan berfungsi sesuai dengan harapan.

Penghapusan Aset

Setelah melakukan penilaian maka akan terlihat beberapa aset yang kira-kira tidak terlalu menguntungkan  bagi perusahaan. Nah aset tersebut selanjutnya akan masuk tahap pengahapusan. Dalam tahap ini terbagi menjadi dua bagian yaitu :

  • Pengalihan Aset
    Upaya memindahkan hak dan atau tanggung jawab, wewenang, kewajiban penggunaan, pemanfaatan dari sebuah unit kerja ke unit yang lainnya di lingkungan sendiri, seperti penjualan, penyertaan modal, hibah, dll.
  • Pemusnahan Aset
    Upaya untuk mengurangi aset dengan cara dimusnahkan atau dihancurkan karena sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Artikel Lain : 9 Manfaat Manajemen Logistik dan Pengertiannya

Pembaharuan/Rejuvinasi Aset

Selain dilakukan penghapusan, aset yang sudah tidak produktif tadi bisa kita perbaharui agar bisa dimanfaatkan lagi hingga umur ekonomisnya habis. Peremajaan ini dapat berupa perbaikan menyeluruh ataupun penggantian suku cadang dengan tujuan aset dapat beroperasi seperti pada keadaan semula.

Nah itulah tadi sedikit mengenai manajemen aset dan bagaimana proses yang dilaluinya. Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Saya cukupkan sekian dan terima kasih banyak, sampai jumpa pada artikel selanjutnya mengenai manajemen. Salam

 

Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: