Cara Klaim Jamsostek Atau Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Terbaru

Salah satu layanan yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT) atau yang dulunya dikenal sebagai Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) kini semakin baik dan semakin profesional. Bila anda salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan (TK), maka anda dituntut untuk selalu memperbarui informasi dan mengupdate informasi terkait kebijakan dan layanan yang terbaru dari BPJS TK. Salah satu kebijakan terbaru yang harus anda ketahui adalah adanya saldo JHT yang bisa diambil 100% tanpa harus menunggu masa kepesertaan hingga 10 tahun atau menunggu anda berusia 56 tahun.

Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2015, terdapat beberapa perubahan terkait pengambilan saldo JHT mulai dari 10 sampai dengan 100%. Berikut disajikan cara klaim JHT baik 10%, 30%, maupun 100% terbaru yang harus anda ketahui :

1. CARA KLAIM JHT 10% DAN 30% TERBARU

Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2015, klaim JHT 10% dan 30% mengalami perubahan bagi peserta yang masih aktif bekerja di perusahaan dengan syarat usia dan kepesertaan yang masih sama dengan cara klaim lama. Adapun pencairannya tidak boleh dipilih sekaligus, sehingga anda harus memilih salah satu 10% untuk persiapan pensiun atau 30% untuk biaya perumahan.

Ketika peserta sudah mencairkan JHT sebesar 10% atau 30%, maka peserta BPJS TK tidak dapat mencairkan JHT secara bertahap lagi. Maka peserta hanya bisa mencairkan JHT sebesar 100% atau JHT klaim penuh. Klaim pencairan JHT 100% membutuhkan waktu sebulan sejak peserta yang bersangkutan berhenti bekerja. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk klaim JHT 10% atau 30%, yaitu sudah menjadi peserta Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun dan masih aktif bekerja di perusahaan.

Secara umum, dokumen yang harus dipersiapkan guna mengklaim JHT tersebut adalah sama, yaitu fotocopy kartu BPJS TK/ Jamsostek, fotocopy KTP atau Paspor Fotocopy Kartu Keluarga kesemuanya disertai dengan aslinya, Surat Keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan, dan buku rekening tabungan. Untuk klaim saldo JHT 30% ditambah dengan Dokumen Perumahan.

2. CARA KLAIM JHT BPJS 100% TERBARU

Sekarang klaim JHT 100% tidak perlu menunggu anda berusia 56 tahun atau ketika mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia. Anda dapat mengklaim dengan jangka waktu tunggu satu bulan setelah anda berhenti bekerja. Hal ini berlaku bagi peserta Jamsostek atau BPJS TK yang telah pensiun. Sedangkan bagi yang masih bekerja akan berlaku ketentuan klaim 10% untuk persiapan pensiun, 30% untuk biaya perumahan, dan 100% ketika sudah berumur 56 tahun.

Beberapa dokumen yang harus anda persiapkan untuk klaim JHT 100% ini adalah kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan, Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari perusahaan (Paklaring), KTP atau SIM, Kartu Keluarga, Buku Tabungan,  dan Akta Penetapan PHK bagi anda yang terkena PHK. Semua dokumen tersebut di fotocopy dan menyertakan dokumen aslinya untuk sekedar diperlihatkan.

Dengan adanya informasi terbaru ini mudah-mudahan dapat membuat anda menjadi lebih bijak dalam menyikapi keinginan anda untuk melakukan klaim. Sebagai saran, sebaiknya uang hasil klaim ini anda gunakan untuk mencukupi kebutuhan saja, bukan untuk berfoya foya karena uang dan program tersebut sejatinya memang diadakan guna memberikan perlindungan bagi para pekerja di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda dan anda menjadi tidak kebingungan lagi dalam mengurus klaim JHT untuk keperluan anda sendiri.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: