Ekonomi Jepang Resesi Lagi di Akhir 2015

Ekonomi Jepang 2015

Ekonomi Jepang 2015 – Pada kuartal ke-3 tahun 2015 Ekonomi Indonesia masih tumbuh lambat. Tetapi, meskipun melambat setidaknya angka pertumbuhan masih 4,73% tidak seperti negara mitra dagang Indonesia yaitu Jepang.

Dikutip dari kompas, PDB atau Produk Domestik Bruto negara Jepang hanya tumbuh sekitar 0,8% saja di kuartal yang sama. Ekonomi ini jelas tumbuh lebih lambat dibanding dengan kuartal sebelumnya.

Gara-gara perlambatan pertumbuhan ekonomi ini negeri Sakura Jepang bisa dikatakan kembali masuk resesei (lagi). Ya, karena keadaan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi Jepang mengalami jurang resesi ekonomi.

Lemahnya pertumbuhan ekonomi Jepang ini menimbulkan tanda tanya besar atas kinerja pemerintahan Perdana Menteri Jepang yaitu Shinzo Abe. Apalagi, PM Abe telah meluncurkan program barunya yaitu program ‘Abenomics’ yang diklaim mampu menggairahkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negeri matahari terbit tersebut.

Dalam program tersebut termasuk untuk pembelian obligasi dalam jumlah besar, reformasi ekonomi secara terstruktur (struktural) serta pemberian stimulus dari bank sentral, dll. Semuanya dilakukan supa ekonomi Jepang tumbuh lebih tinggi.

Paling tidak program ini diharapkan mampu mengakhiri masa deflasi yang sudah lama terjadi di Jepang pada tahun-tahun terakhir ini. Program ini memiliki target jangka panjang pertumbuhan ekonomi yang tetap solid. Tetapi, renca hanya tinggal rencana saja. Program tersebut tidak sefektif yang dikira, sehingga sekarang ini pemerintahan Perdana Menteri Abe mendapatkan kritik yang pedas dari berbagai pihak.

Kritikan yang dilontarkan tidak asal sebut, seperti para haters yang ada di Indonesia. Tetapi, kritik yang dilontarkan bersifat membangun untuk pemerintahan Jepang supaya stimulus bertambah dan pertumbuhan ekonomi makin mengeliat. Tetapi, nampaknya Bank Sentral Jepang seolah-olah tidak memperdulikan kritikan dari para ahli dan analisis tersebut.

Seperti kata Ahli Ekonomi Capital Economics, Marcel Thieliant dalam Risetnya  “Kami percaya Jepang akan butuh lebih banyak stimulus.

Dalam risetnya yang dikutip dari CNN tersebut Theiliant memprediksi bahwa Bank of Japan tidak akan mengeluarkan rencana untuk penambahan stimulus dalam waktu dekat.

Cari Artikel di Sini


Ekonomi Jepang Resesi Lagi di Akhir 2015 | Admin | 4.5
%d bloggers like this: