Pengertian Pengendalian Sosial dan Bentuk-Bentuknya

Pengertian pengendalian sosial adalah proses pengekangan guna mencegah penyimpangan yang dilakukan oleh kelompok tertentu atas kelompok lain dengan cara mengajak, membujuk, atau memaksa seseorang maupun kelompok tertentu supaya mengikuti perilaku yang diharapkan masyarakat.

Bentuk Pengendalian Sosial

Setelah memahami pengertian pengendalian sosial, anda perlu mengenal bentuk dari pengendalian sosial itu sendiri. Banyak bentuk pengendalian sosial yang diterapkan dalam masyarakat seperti gosip, teguran, sanksi, pendidikan, dan agama.

Gosip adalah obrolan negatif tentang orang lain tanpa adanya fakta yang jelas. Istilah lain dari gosip yaitu desas-desus. Masyarakat dimungkinkan bisa terlibat dalam gosip secara menyeluruh karena gosip mampu tersebar secara akurat dari mulut ke mulut.

Teguran adalah peringatan secara langsung yang dilakukan dengan terbuka. Teguran dilakukan terhadap orang atau kelompok yang dipandang telah merusak tatanan etika serta mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Tujuan dilakukan teguran supaya orang yang bersangkutan menyadari dengan segera atas perbuatannya yang keliru. Di Indonesia, teguran merupakan tradisi yang sudah lazim dilakukan oleh masyarakat.

Sanksi adalah imbalan negatif berupa pembebanan atau penderitaan yang ditentukan dalam hukum terhadap orang atau kelompok yang dipandang telah melakukan perilaku yang menyimpang. Nama lain dari sanksi adalah hukuman. Fungsi adanya sanksi atau hukuman yaitu untuk menyadarkan si pelaku penyimpangan sehingga tidak mengulanginya lagi. Fungsi lainnya juga sebagai peringatan terhadap orang atau kelompok lain supaya tidak meniru perbuatan tercela si pelaku penyimpangan.

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan seseorang atau kelompok orang melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan mampu mempengaruhi mereka untuk mengetahui dan memahami nilai dan norma masyarakat. Hal itu dikarenakan pendidikan menuntut mereka untuk mempraktikkan secara langsung sistem nilai dan sistem norma yang berada di tengah masyarakat.

Agama adalah ajaran atau sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Agama menanamkan keyakinan bahwa perbuatan baik akan berbuah pahala dan perbuatan buruk akan berbuah dosa. Dengan begitu, agama berperan penting dalam mengontrol perilaku manusia.

Cari Artikel di Sini


Pengertian Pengendalian Sosial dan Bentuk-Bentuknya | Admin | 4.5
%d bloggers like this: