Pengertian Ontologi, Objek dan Aliran-Alirannya

Pengertian Ontologi adalah salah satu kajian dalam ilmu filsafat yang berasal dari Yunani dan paling kuno. Ontologi merupakan ilmu atau teori yang berisikan tentang wujud hakikat yang ada pada sebuah ilmu. Menurut seorang ahli bernama Jujun S Suriasumantri, ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau mengkaji tentang teori “ada”. Ontologi pada dasarnya merupakan bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah eksistensi yang pembahasannya menyangkut persoalan-persoalan.

OBJEK ILMU ONTOLOGI

Dalam ontologi, dikenal beberapa objek yang banyak digunakan sebagai dasar pembelajaran ontologi seperti :

1. Objek materi dalam Ontologi

Objek materi yang dimaksud disini adalah objek yang dipelajari dalam plural ilmu pengetahuan, sifatnya monistiak pada tingkatan yang abstrak. Contoh konkritnya adalah manusia, binatang, tumbuhan, serta zat kebendaan lainnya yang berada pada tingkatan abstrak tertinggi atau dalam kesatuannya dan kesamaannya sebagai makhluk.

2. Objek forma dalam Ontologi

Objek ontologi adalah yang ada, berupa ada individu, ada umum, ada terbatas, ada tidak terbatas, ada universal, ada mutlak, termasuk juga metafisika, dan ada sesudah kematian serta segaal sumber yang ada yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Objek forma ontologi pada hakikatnya adalah seluruh realitas yang dipelajari menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu.

ALIRAN-ALIRAN DALAM ONTOLOGI

Dalam pemahaman ontologi, terdapat beberapa pandangan pokok yang digunakan oleh para ahli, yaitu :

1. Materialisme

Aliran ini mempunyai anggapan bahwa sumber yang asal adalah materi, bukanlah rohaniah. Aliran ini dikenal juga sebagai naturalism.

2. Idealisme

Lawan materialisme ini dikenal juga sebagai aliran spiritualisme. Idealisme berpegang teguh pada serba cita, sedangkan spiritualisme berpegang pada serba ruh. Materi bagi penganut aliran ini tidaklah nyata.

3. Dualisme

Aliran ini berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam hakikat sebagai asal sumbernya, yaitu hakikat materi dan hakikat rohani.

4. Pluralisme

Paham ini berpandangan bahwa berbagai macam bentuk merupakan sebuah kenyataan. Tokoh aliran berpaham bahwa terdapat 4 unsur yang membentuk sebuah substansi, yaitu tanah, air, api, dan udara.

5. Nihilisme

Paham ini tidak mengakui adanya validitas alternatif yang positif dan telah berkembang sejak zaman Yunani Kuno.

6. Agnotisisme

Terakhir adalah aliaran yang mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat sebuah benda baik materi maupun rohani.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: