Pengertian Mediasi, Karakteristik dan Sifatnya

Pengertian mediasi merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan sebuah konflik yang ada namun dengan melibatkan pada pihak ke 3 secara netral. Dan tidak mempunyai kepentingan dalam mengambil keputusan dan membantu pihak yang bersangkutan terhadap permasalahan yang nantinya akan menemukan solusi sebagai jawaban dan diterima pada kedua yang bermasalah.

Karakteristik Pada Mediasi

Pengertian mediasi intervesi kepada kedua orang yang telah bersengketa akan diterima, mediator tidak mempunyai wewenang dalam membuat keputusan dalam ini akan dilakukan dan hanya bisa mendengarkan atau membujuk dan hanya memberikan sebuah inspirasi kepada pihak, dapat mengurangi adanya perkara yang terjadi kepada yang mempunyai masalah sehingga tidak ada penumpukan, cara penyelesaian perkara yang lebih mudah dan cepat dan ini juga ada dalam pasal 130 HIR.

Sifat Dari Mediasi

Hakim akan selalu mewajibkan pihak harus melalui proses mediasi, dan hakim pun akan memberikan kesempatan para pihak agar mediasi bahkan hakim juga mampu untuk menunda sidang yang akan berlangsung sebab wewenang seorang hakim adalah tertinggi dalam persidangan, hakim akan memberikan cara dan berbagai prosedur yang akan ditempuh beserta biayanya serta secara rinci, proses mediasi tidak akan pernah terbuka untuk umum, namun ada pengecualian pada pihak lainnya, dan mediasi yang untuk publik memang benar-benar dibuka untuk umum, dan jika para pihak diwakilkan pada penasehat hukum maka bisa dipastikan bahwa keputusan akan diambil hanya ketika para pihak sudah menyetujuinya.

Kewajiban Dari Mediator

Mediator merupakan pihak yang paling netral dan dapat membantu untuk membantu adanya proses perundingan dalam menemukan penyelesaian masalah pada suatu konflik yang ada.

Lalu, kewajiban menjadi mediator adalah sangat wajib untuk bisa menyusun jadwal adanya mediasi, seorang mediator harus mampu menelusuri kepentingan apa yang ada para pihak, mediator harus mencari penyelesaian dalam hal ini mampu mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada dialami para pihak yang bersengketa, mediator akan bisa memutuskan dari kesepakatan dalam bentuk tertulis, seorang mediator akan sangat mampu memuat adanya klausa untuk pencabutan suatu perkara, dan mediasi sangat wajib memerikan dari kesepakatan yang ada dan hal ini agar menghindari klausa yang nantinya bertentangan pada hukum yang ada.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: