Pengertian Kloning, Sejarah Dan Teknik-Tekniknnya

Pengertian kloning adalah proses reproduksi yang sifatnya aseksual dengan tujuan menciptakan sebuah replika yang tepat untuk suatu organisme atau makhluk hidup. Jadi, teknik kloning ini akan melahirkan spesies baru dimana spesies tersebut secara genetik akan sama persis dengan induknya.

Teknik kloning ini juga biasanya dilakukan di dalam sebuah laboratorium. Spesies baru tersebut kemudian bisa disebut dengan klon. Penciptaan klon ini sendiri bisa dikerjakan dengan melakukan transfer inti dari sel somatik yang merupakan semua sel yang ada di tubuh kecuali kuman ke sel telur. Pada perkembangannya, metode ini kemudian memiliki 2 teknik yaitu teknik Honolulu dan teknik Roslin.

Sejarah Kloning

Menilik pada sejarah cloning, pertama kali istilah ini diperkenalkan pada tahun 1960 oleh Gurdon dengan sebuah percobaan pada berudu. Percobaan tersebut berhasil dilakukan dengan melahirkan seekor berudu baru yang sama persis dengan sel induknya. Sayangnya, berudu tersebut berakhir mati terurai di dalam air karena tidak bisa bermetamorfosis menjadi dewasa.

Percobaan selanjutnya kemudian dilakukan pada tahun 1980 oleh sekelompok ilmuwan Granada, namun masih tetap mengalami kecacatan hingga pada akhirnya pada tahun 1997, Dr. Ian Willmuth berhasil melakukannya setelah 277 kali percobaan. Ia membuktikan jika teknik kloning ini bisa diterapkan pada mamalia dewasa yaitu domba Dolly. Teknik ini kemudian dilakukan dengan menggabungkan 2 sel berupa kelenjar susu sebagai inti sel dan sel telur dengan memanfaatkan tegangan listrik sebesar 25 volt sehingga terbentuk fusi.

Fusi ini lalu berkembang di dalam tabung menjadi embrio yang kemudian dipindahkan ke rahim domba resipien sehingga lahirlah domba baru. Teknik inilah yang sampai saat ini menjadi referensi banyak ilmuwan dalam mengembangkan teknik kloning.

Teknik-Teknik Kloning

Ada 2 jenis teknik kloning yaitu teknik Kloning Roslin dan teknik kloning Honolulu. Pengertian kloning Roslin sendiri merupakan teknik yang dilakukan dengan membiarkan sel-sel somatic terus tumbuh lalu membelah sampai kehilangan nutrisi dan tidak aktif.

Sel somatic ini kemudian didekatkan pada sel telur dengan inti yang telah dilepaskan dan memanfaatkan pulsa listrik. Proses ini kemudian melahirkan embrio yang akan ditanamkan ke pengganti.

Sedangkan pengertian kloning Honolulu adalah teknik yang dilakukan dengan menghapus inti sel somatic lalu dimasukkan ke sel telur yang juga telah dihapus intinya. Kemudian telur ditetesi larutan kimia sehingga tumbuh menjadi embrio yang siap ditanamkan ke pengganti. Sekian pengertian kloning, sejarah dan tekniknya.semoga bermanfaat


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: