5 Klasifikasi Usaha di Bidang Jasa

Definisi dan Klasifikasi Jasa – dalam artikel sebelumnya kita telah mengklasifikasikan produk menurut wujud tidaknya suatu produk. Untuk yang pertama adalah barang yang berwujud fisik, sedangkan yang kedua adalah berupa jasa (baca). Untuk artikel ini akan lebih fokus membahas tentang jasa, untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan dibawah ini.

Pada dasarnya jasa berkembang pesat pada akhir-akhir ini dikarenakan beberapa faktor pendukung, diantaranya pengaruh peningkatan sektor jasa, adanya waktu santai yang banyak, presentase wanita yang masuk dalam angkatan kerja semakin besar, tingkat harapan hidup semakin tinggi, produk yang dihasilkan semakin kompleks, adanya peningkatan kompleksitas hidup, perubahan teknologi secara cepat, peningkatan perhatian di sektor ekologi dan sumber daya.

Pada dasarnya perbedaan antara produk dan jasa sangatlah kecil, dikarenakan pada saat pembelian suatu produk pasti akan diikuti (disertai) dengan jasa-jasa tertentu. misalkan kita membeli tv pasti akan disertai dengan jasa instalisasi. Dan juga saat kita membeli jasa pasti akan diikuti oleh produk, sebagai contoh saat kita makanannya di restoran.

Akan tetapi menurut Otler, et., al. (1996) mendefinisikan jasa sebagai setiap tindakan yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain dimana perbuatan/tindakan tersebut bersifat intangibel (tidak berwujud fisik) dan juga tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

Jasapun dapat diklasifikasin berdasarkan kriteria tertentu. tokoh Lovelock melakukan klasifikasi jasa menjadi lima, yaitu :

  1. Berdasarkan sifat tindakan jasa. Menurut tindakan jasa, jasa ini dapat dikelompokkan ke dalam matriks yang terdiri atas dua sumbu. Pada sumbu vertikalnya adalh sifat tindakan jasa (baik itu tangible actions dan intangible actions) sedangkan pada sumbu horisontalnya adalah penerima dari jasa (baik itu berupa benda atau manusia)
  2. Berdasarkan hubungan antara pelanggan dengan pemberi jasa. Dalam hal ini seperti halnya sifat tindakan jasa, jasa dapat dikelompokkan ke matrik yang terdiri atas dua sumbu. Pada sumbu vertikal adalah perusahaan jasa dan pelanggan, sedangkan horisontalnya adalah sifat peyampaian jasa.
  3. Beradasarkan tingkat cutomization dan judgment dalam penyampaian jasa. Jasa dapat dikelompokkan ke dalam matrik yang terdiri atas dua sumbu. Pada sumbu vertikalanya adalah cutomization karakteristik jasam sedangkan pada sumbu horisontalnya adalah tingkat judgment yang diterapkan oleh contact personel dalam memenuhi kebutuhan konsumennya.
  4. Berdasarkan sifat permintaan dan penawaran jasa. Disini juga jasa dikelompokkan ke dalam matrik yang terdiri atas dua sumbu. Sumbu vertikalnya adalah menunjukkan sejauh mana jasa menghadapi masalah sehubungan dengan terjadinya permintaan puncak. Sedangkan pada horisontalnya adalah tingkat fluktuasi permintaan sepanjang waktu.
  5. Berdasarkan metode penyampaian jasa. Dan yang terakhir ini sama dengan klasifikasi yang diatas, jasa dikelompokkan kedalam matrik dengan dua sumbu. Dengan sumbu vertikal menunjukkan sifat interaksi pelanggan dan perusahaan jasa, sedangkan horisontalnya adalah ketersediaan outlet jasa.

Dalam klasifikasi Lovelock ini seperti penggambaran grafik akan tetapi berbeda. Karena dalam klasifikasi ini sifatnya hanya menghubungkan saja. Ini seperti kolom dengan 4 pengaruh yang dimana pengaruh tersebut saling mempengaruhi.

Demikian artikel tentang definisi dan juga level jasa, semoga bermanfaat bagi anda. Semoga anda dapat mengambil ilmu yang ada dalam artikel ini.

Cari Artikel di Sini


5 Klasifikasi Usaha di Bidang Jasa | Admin | 4.5
%d bloggers like this: