Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Bisnis

Pengertian bisnis adalah kegiatan untuk mendapatkan penghasilan. Bisnis merupakan suatu aktivitas yang dilakukan baik oleh perseorangan maupun kelompok yang bertujuan untuk mendapatkan profit atau keuntungan tertentu.

Menurut bahasa, bisnis berasal dari kata busy yang artinya sibuk atau kata business yang artinya kesibukan. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa semua orang yang terlibat dalam bisnis sudah dapat dipastikan sibuk mengurus usahanya agar mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin.

FUNGSI dan TUJUAN BISNIS

Tujuan bisnis adalah mencari keuntungan atau profit semaksimal mungkin menggunakan segala macam sumber daya yang ada. Adapun fungsi dari sebuah bisnis ada empat macam, yaitu :

  1. Fungsi utility, berkaitan dengan fungsi produksi.
  2. Place utility, berkaitan dengan fungsi distribusi.
  3. Possesive utility, berkaitan dengan fungsi penjualan.
  4. Time utility, berkaitan dengan fungsi pemasaran atau dikenal dengan istilah marketing.
  5. Keempat fungsi tersebut saling berhubungan satu sama lain dan berkesinambungan serta tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.

MACAM-MACAM BISNIS

Ada empat macam bisnis menurut kepemilikannya, yaitu :

  1. Perusahaan perseorangan, dimana hanya dimiliki oleh satu orang saja. Mulai dari permodalan dan juga pelaksanaannya hanya ditanggung oleh satu orang saja.
  2. Perusahaan persekutuan, dimana perusahaan dimiliki, didirikan, dan dilaksanakan bersama-sama oleh minimal dua orang.
  3. Perusahaan perseroan atau disebut sebagai corporation, dimana perusahaan tersebut mempunyai dewan direksi yang diawasi langsung oleh direktur. Perusahaan ini biasanya ditandai dengan huruf PT diikuti nama perusahaannya.
  4. Koperasi, yaitu badan usaha yang beranggotakan badan hukum koperasi ataupun orang yang kegiatannya berlandaskan pada prinsip ekonomi kerakyaan berasas kekeluargaan.

Macam-Macam Bisnis Menurut Aktivitasnya

Menurut aktivitasnya, bisnis juga dapat dibedakan menjadi lima macam, diantaranya :

  1. Bisnis manufaktur, aktivitasnya mengolah barang non real atau non jasa atau barang fisik.
  2. Bisnis jasa, menawarkan benda non-real atau berupa jasa. Contohnya adalah distributor dan pengecer, yang bertugas menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen secara langsung.
  3. Bisnis produksi bahan mentah atau pertambangan dan pertanian, yang memproduksi barang mentah di alam untuk diolah menjadi produk layak jual.
  4. Bisnis utilitas, yang mirip dengan bisnis jasa namun lebih fokus pada sektor publik seperti PLN, PDAM yang didanai Pemerintah.
  5. Bisnis transportasi, yang memberikan keuntungan dengan cara mengantarkan individu atau barang kepada orang lain. misalnya agen travel, agen ekspedisi layaknya JNE, TIKI, maupun POS.

Cari Artikel di Sini



Leave a Reply

*

%d bloggers like this: