Pengertian Umum Asuransi, Unsur-Unsur, dan Kriteria yang Ditanggung

Tak ada kehidupan yang 100% lepas aman dari gangguan. Gangguan yang terjadi adalah suatu risiko yang harus kita hadapi dan bahkan tak jarang akan sedikit menguras dompet kita. Bahkan bukan hanya kita yang akan terkena kita risiko ini tapi juga aset yang kita miliki. Untuk itu kita pasti akan melakukan segala hal untuk meghindari risiko itu.

Risiko bisa kita artikan sebagai kemungkinan (potensi) kerugian yang hadir tanpa kita kehendaki sebelumnya. Unsur ketidakpastian dari risiko ini, membuat kemungkinan dapat menghampiri siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.

Bila kita berbica risiko maka akan berkaitan erat dengan kerugian. Faktor kerugian ini yang membuat takut banyak orang untuk menghadapinya. Untuk menimalkan risiko ini maka tak heran banyak orang yang sudah ikut dalam program asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya. Tapi bukan berarti dengan asuransi kita terhindar dari risiko, melainkan kita akan mendapatkan ganti rugi atas risiko yang menimpa kita.

Unsur-Unsur Asuransi

Kata asuransi ini berasal dari bahasa Inggris, yaitu insurance yang punya arti sebagai jaminan dan perlindungan. Sebagai salah satu produk penanggulangan risiko, asuransi menjadi mekanisme yang dapat mengalihkan risiko yang mungkin terjadi pada penanggung (pengguna asuransi) kepada penanggung (pihak asuransi).

Baca juga : Apa itu Asuransi Pendidikan? Pengertian dan Perbedaan dengan Tabungan Pendidikan

Pengalihan risiko ini dilakukan dengan pembayaran klaim dari pihak asuransi kepada pengguna asuransi (penanggung) yang sedang mengalimi risiko sesuai dengan yang diasuransikan. Walaupun tak bisa menghentikan risiko yang terjadi tapi paling tidak asuransi mampun mereduksi (mengurangi dampak) kerugian yang timbul.

Karena hal itu sudah banyak orang yang menggunakan asuransi. Dan untuk bukti dari pengalihan risiko ini sudah terdapat di polis asuransi. Polis ini akan diberikan (dibuat) oleh pihak asuransi dan diberikan kepada pengguna yang telah melakukan kewajibannya (membayar premi). Dalam sebuah asuransi ada tiga unsur yang menjadi pedoman utama mekanisme utama mereduksi risiko, yakni :

1. Premi

Pasti bila kita pengguna asuransi sudah tak asing lagi dengan istilah premi. Premi boleh di artikan sebagai kewajiban yang harus dibayarkan oleh kita pengguna asuransi kepada pihak asuransi sebagai jasa pengalihan risiko yang kita inginkan. Untuk besarannya ini tergantung dengan jenis asuransi yang kita gunakan.

2. Polis Asuransi

Setalah kita membayarkan premi maka kita akan punya untuk mendapatkan polis. Kita bisa mengartikan polis sebagai surat perjanjian antara kita sebagai pengguna asuransi dengan pihak asuransi, tapi polis ini dibuat oleh pihak asuransi. Ini menjadi dasar membayarkan kerugian yang dialami pemegang asuransi. Polis ini berisikan segala ketentuan risiko saja yang akan ditanggung oleh pihak asuransi.

3. Klaim

Pada saat kita mendapatkan kerugian sesuai dengan telah diasuransikan dan tercantum dalam polis maka kita akan mendapatkan klaim. Boleh dikatakan klaim merupakan pertanggungjawaban risiko yang berikan oleh pihak asuransi.

Kriteria Risiko yang Dapat Ditanggung Asuransi

Dengan kita ikut asuransi kita akan merasa tenang dan terjamin karena adanya yang akan mereduksi risiko yang terjadi. Tapi tak semua risiko dapat kita asuransikan, harus ada kriteria khusus yang harus dipenuhi risiko untuk dapat kita asuransikan.

1. Harus Termasuk Kedalam risiko Murni dan Risiko Khusus

Atau dengan kata lain risiko ini bisa muncul tanpa terduka dan dapat terjadi oleh siapa saja.

2. Dapat Diukur Dengan Uang

Dapat diartikan pengalihan risiko dinilai dari segi finansial, bukan dari rasa emosional tertanggung (pengguna asuransi).

3. Bersifat Sama dan Dalam Jumlah Besar

Banyaknya risko serupa menjadi salah satu penilaian pihak asuransi untuk dapat menentuan perkiraan besarnya kerugian yang dialami (terjadi).

Baca juga : Pilih Asuransi atau Investasi untuk Masa Depan?

4. Terjadi Secara Kebetulan dan Tak Disengaja

Pihak asuransi akan memberikan pengalihan risiko ketika risiko yang dialami benar-benar bukan suatu hal yang disengaja. Dan bila terbukti risiko tersebut disengaja maka pihak asuransi tak akan mau mengganti rugi risiko yang terjadi.

5. Dapat Dibuktikan

Sebelum mendapatkan ganti rugi, pihak asuransi akan menuntut bukti yang sah dari kerugian yang kita alami.

6. Mengandung Kerugian Bagi Tertanggung

Risiko yang kita asuransikan harus menyangkut kita sendiri. Pasalnya bila risiko hanya berdampak orang lain, maka asuransi tak akan mengganti risiko yang terjadi.

Contoh Risiko yang Ditanggung Asuransi

Beberapa contoh risiko yang yang akan disetujui pihak asuransi :

  1. Risiko cacat akibat mengendari kendaraan bermotor.
  2. Risiko hilangnya kendaraan atau harta benda akibat pencurian.
  3. Risiko tak dapat melanjut pendidikan karena hilangnya pendapatan orang tua.
  4. Risiko hilangnya pendapatan akibat meninggal dunia.
  5. Dan lain sebagainya.

Sebanarnya risiko yang dapat ditanggung oleh pihak asuransi tergantung dengan perjanjian yang kita lakukan dengan pihak asuransi. Ataupun juga dengan produk yang diberikan oleh perusahaan asuransi.

Manfaat Asuransi yang Mesti Anda Ketahui

Banyak manfaat yang kita dapatka bila kita ikut program asuransi ini. Berikut ini beberapa manfaat yang kita dapatkan ketika ikutan asuransi.

1. Meminimalisasi Risiko Kerugian

Karena sesuai dengan fungsi utamanya sebagai pengalih risiko, asuransi tentunya akan sangat meminimalkan potensi kerugian yang kita alami. Untuk itu asuransi sering dikenal sebagi pereduksi risiko.

2. Menghadirkan Rasa Aman

Risiko tak akan pernah lepas dari kehidupan kita. Dengan adanya pihak yang menanggung risiko kita, maka kita akan lebih berkonsentrasi dalam beraktivutas dan mengembankan diri. Karena kita akan rasa lebih tenang dan terlindungi.

3. Meningkatkan Kegiatan Usaha

Andaikan saja usaha kita mengalami kehancuran ataupun aset kita lenyap, pastinya kita akan membutuhkan dana banyak untuk mengganti agar usaha terus berjalan.

Baca juga : 5 Cara Mudah Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Dengan adanya asuransi ini maka semua kerugian yang dialami akan ditanggung oleh pihak asuransi. Sehingga dana pengganti dapat kita pakai untuk meningkatkan kegiatan usaha kita.

4. Tempat Menabung dan Investasi

Pada jenis asuransi tertentu ada yang mempunyai nilai tunai bila kita tak terpakai (tak ada pengajuan klaim). Untuk jenis itu disebut dengan whole life (endowment). Sekarang ini juga ada asuransi gabungan dengan investasi yang dikenal dengan unit link. Jenis tersebut bukan hanya melindungi aset kita tapi juga pula menjadi sarana untuk menabung dan alat berinvestasi.

5. Memberi Kepastian

Dengan segala risiko yang tak pasti, kita akan mendapatkan kepastian dari asuransi. Boleh dikatakan kita dapat memperkirakan biaya atau akibat finansial dari risiko yang dapat muncul kapan aja dengan nilai yang relatif pasti.

Jadikan Asuransi Sebagai Pereduksi Risiko Anda

Yang harus kita ingat bahwa asuransi tak bisa menghilangkan risiko yang akan terjadi, tapi yang jelas dengan adanya asuransi pasti akan sangat membantu kita bila terjadi risiko yang datang tiba-tiba dan menimbulkan kerugian besar. Karena dengan adanya asuransi kita tak akan menanggung kerugian sendiran.

Hal ini dikarenakan adanya pengalihan risiko yang menghasilkan ganti rugi dari pihak asuransi kepada kita sebagai pertanggungjawaban dari premi yang telah kita bayarkan. Akibatnya kita bisa langsung menjalankan hidup normal tanpa harus memikirkan berapa banyak waktu dan biaya yang kita butuhkan untuk memperbaiki kerugian finansial yang timbul akibat risiko tersebut.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: