Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan dan Jenis-Jenis Programnya

BPJS Ketenagakerjaan adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yaitu sebuah badan hukum publik yang memiliki tanggung jawab penuh dari Presiden untuk memberikan jaminan (asusransi) bagi seluruh pekerja di Indonesia, baik formal ataupun informal, baik perusahaan ataupun perorangan, baik WNI ataupun WNA yang bekerja di Indonesia minimal 6 bulan.

BPJS Ketenagakerjaan ini dulunya namanya Jamsostek, mungkin karena biar lebih mudah mengurusnya pemerintah menggantinya dengan nama BPJS Ketenagakerjaan, dimana induknya  ada di BPJS itu sendiri. Karena seperti yang kita tahu selain BPJS Ketenagakerjaan ada juga BPJS Kesehatan.

Program BPJS Ketenagakerjaan apa sama dengan Jamsostek?

Jika Anda sebelumnya pernah menggunakan Jamsostek maka tenang, untuk program-programnya tidak berubah malah ada penambahan program dari pemerintah. Adapun program-program BPJS Ketenagakerjaan adalah :

  1. Program Jaminan Hari Tua (JHT)
  2. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  3. Program Jaminan Kematian (JK)
  4. Program Jaminan Pensiun (JP)

Jika Anda sebelumnya mengikuti program Jamsostek maka untuk JHT, JK, JKK tidak perlu registrasi ulang, tapi untuk jaminan pensiun (JP) Anda harus registrasi ulang di BPJS Kesehatan. Dulunya BPJS Kesehatan bernama Askes (Asuransi Kesehatan).

Syarat-syarat dan Cara Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

Syarat untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan cukup mudah, yang mendaftarkan BPJSTK adalah dari pihak perusahaan Anda, berikut ini syarat daftar bpjs ketenagakerjaan dalam hubungan kerja :

  1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUM) Asli dan Fotokopi
  2. NPWP Perusahaan Asli dan Fotokopi
  3. Akta Perdagangan Perusahaan Asli dan Fotokopi
  4. Fotokopi KTP setiap karyawan yang ingin didaftarkan
  5. Fotokopi KK setiap karyawan yang akan didaftarkan
  6. Pas Foto Berwarna ukuran 2×3 sebanyak 1 lembar.

Adapun jika Anda sedang tidak bekerja di sebuah perusahaan, maka syarat daftar bpjs ketenagakerjaan tidak dalam hubungan kerja adalah :

  1. Surat izin usaha dari kelurahan
  2. Fotokopi KTP masing-masing karyawan
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) masing-masing karyawan
  4. Pas foto berwarna ukuran 2×3, 1 lembar

Cara Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Cara mendaftar BPJS Ketenagakerjaan sekarang lebih mudah dengan adanya internet. Kita bisa mendaftarnya secara online dengan mudah, caranyapun cukup mudah simak langkah-langkah daftar bpjs ketenagakerjaan online sebagai berikut :

  1. Buka website resmi BPJS Ketenagakerjaan, http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/

    SIlahkan Klik Daftar Pada Kotak Merah yang Ditunjuk Anak Panah

  2. Setelah Anda buka web tersebut, kolom kanan atas ada kalimat “Mau jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan? Daftarkan Perusahaan Anda disini”
  3. Setelah itu masukkan email perusahaan/perwakilan untuk syarat pendaftaran.
  4. Tunggu email balasan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan
  5. Bawalah syarat-syarat pendaftaran yang telah Anda siapkan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Cukup mudah bukan cara mendaftarnya? Nah, setelah Anda memiliki BPJS Ketenagakerjaan kemudian apa yang perlu dilakukan selanjutnya?

BPJS Ketenagakerjaan ini semacam asuransi resmi yang diberikan kepada pemerintah, dengan berbagai macam program. Tentu hal ini dimaksudkan supaya pemerintah bisa memberikan jaminan kepada para pekerja yang bekerja di Indonesia.

Baca juga : 8 Peluang Bisnis Online Modal Kecil yang Bisa Dikerjakan Dari Rumah

Peraturan yang mengatur tentang BPJS Ketenagakerjaan adalah UU No. 24 tahun 2011 dimana ada 4 program utama yang telah kami jelaskan diatas yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua serta Jaminan Pensiun. BPJS beroperasi penuh mulai tanggal 1 Juli 2015, sebelum itu untuk mengurusnya masih diurus oleh PT. Jamsostek.

Dari empat program diatas, tentu ada beberapa syarat berupa dokumen-dokumen untuk mendaftar, berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang 4 program BPJS Ketenagakerjaan :

1. Program Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Hari Tua

Program Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan (Gambar : The Huffington Post)

Program pertama dari BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan hari tua atau JHT, program ini ditujukan kepada pekerja yang sudah putus penghasilannya bisa dikarenakan cacat, meninggal, ataupun hari tua.

Sistem program jaminan hari tua ini seperti sistem tabungan hari tua, dimana program ini memberikan kepastian kepada anggotanya untuk menerima penghasilan yang akan dibayarkan kepada para pekerja saat usianya sudah mencapai 55 tahun / memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

Anggota dari program jaminan hari tua ini adalah para pekerja dan pemberi kerja. Artinya baik bos dan karyawan keduanya wajib ikut program ini. Adapun cara mendaftarnya jika bagi karyawan adalah didaftarkan oleh perusahaan, sedangkan pengusaha (pemilik usaha) bisa mendaftarkan sendiri.

Sebagai bukti keanggotaannya akan diberikan nomor peserta 1 hari setelah pendaftaran dan pengumpulan semua berkas dokumen dengan lengkap, sedangkan kartunya akan diberikan 7 hari setelah itu. Dan, keangotaanya dihitung ketika Anda sudah mendapatkan nomor anggota.

Jika Anda pindah perusahaan, maka Anda wajib meneruskannya. Dengan cara menginformasikan kepada pihak BPJS bahwa Anda sudah pindah perusahaan untuk bekerja.

Berapakah total iuran untuk program jaminan hari tua di BPJS Ketenagakerjaan?

Biaya yang harus dikeluarkan untuk iuran ini adalah 5,7% dari pendapatan, dimana 3,7% dibayarkan perusahaan, sedangkan sisanya 2% dibebankan kepada pegawai. Jika telat (setelah 15 bulan) maka dikenakan denda sebesar 2% tiap bulannya.

Adapun manfaat mengikuti program jaminan hari tua dari BPJS Ketenagakerjaan adalah berupa uang tunai yang nilainya adalah nilai akumulasi dari iuran yang telah dibayarkan, serta ditambahkan dengan hasil pengembangannya. Yang akan dibayarkan oleh pihak BPJS apabila :

  1. Umur anggota sudah 56 tahun
  2. Meninggal
  3. Cacat total tetap

Bagaimana cara pengambilan dana program jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan?

Tentu saja jika Anda sudah memenuhi 3 syarat utama diatas maka Anda bisa mengambil dana yang telah Anda simpan di BPJS, adapun peraturannya adalah :

  1. Jika sampai umur 56 tahun Anda masih bekerja, maka dana tidak bisa diambil sampai Anda berhenti bekerja
  2. Pengambilan dana jaminan hari tua hanya bisa dilakukan satu kali
  3. Saldo yang dimiliki bisa dicek oleh para anggotanya
  4. Apabila anggota meninggal dunia, maka urutan ahli waris yang berhak mengambil dana jaminan hari tuanya adalah :
    1. Janda/Duda
    2. Anak
    3. Orang tua/cucu
    4. Saudara Kandung
    5. Mertua
    6. Pihak yang diwasiatkan
    7. Jika tidak ada ahli waris yang mengambil maka akan dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan
  5. Jika terjadi kurang bayar untuk jaminan hari tua, maka perusahaan wajib membayarnya.

 2. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Salah Satu Program BPJS yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (Gambar : thesafetybrief.com)

Salah satu program unggulan dari BPJS Ketenagakerjaan adalah jaminan kecelakaan kerja. Memang kecelakaan kerja tidak diharapkan oleh siapapun.

Meskipun begitu, tetapi tetap diperlukan asuransi yang bisa mengkover jika sewaktu-waktu terdapat kecelakaan kerja, walaupun semoga tidak mengalaminya.

Program jaminan kecelakaan kerja ini sebagai bentuk perlindungan atas resiko-resiko kecelakaan yang mungkin saja terjadi pada saat hubungan kerja, mulai dari perjalanan dari rumah hingga sampai ke lokasi bekerja, penyakit, atau yang lain yang berhubungan dengan lingkungan kerja.

Baca juga : 50 Peluang Bisnis Online Modal Kecil yang Bisa Dikerjakan dari Rumah Untung Jutaan

Untuk iuran yang dibayarkan oleh perusahaan tergantung pada tingkat resiko pekerjaannya, dengan beaya iuran akan dievaluasi paling lama sekali dalam 2 tahun, dengan ketentuan :

  1. Kerja dengan tingkat risiko sangat rendah = 0,24% dari gaji sebulan
  2. Kerja dengan tingkat risiko rendah = 0,54% dari gaji sebulan
  3. Kerja dengan tingkat risiko sedang = 0,89% dari gaji sebulan
  4. Kerja dengan tingkat risiko tinggi = 1,27% dari gaji sebulan
  5. Kerja dengan tingkat risiko sangat tinggi = 1,74% dari gaji sebulan

Mulai tanggal 1 Juli 2015, untuk setiap kecelakaan adanya masa kadaluarsa klaim. Jadi Anda harus memperhatikan kapan klaim itu akan kadaluarsa jika ingin mencairkan dana asuransi tersebut. Masa kadaluarsanya sekitar 2 tahun setelah terjadi kecelakaan.

Setelah kejadian kecelakaan, perusahaan wajib memberikan informasi (laporan) baik lisan/elektronik kepada BPJS Ketenagakerjaan paling lambat 2×24 jam setelah terjadinya kecelakaan. Kemudian perusahaan mengirimkan formulir kecelakaan kerja tahap pertama / I lengkap dengan dokumen pendukungnya.

Manfaat program jaminan kecelakaan kerja (jkk) BPJS Ketenagakerjaan

Adapun manfaatnya telah disinggung diawal, yaitu memberikan jaminan jika sewaktu-waktu ada kecelakaan saat bekerja. Rincian manfaat program jaminan kecelakaan kerja sebagai berikut :

  1. Pelayanan Kesehatan (Mulai dari pemeriksaan dasar, hingga transfusi darah dan rehabilitasi)
  2. Santunan berbentuk uang
  3. Program untuk kembali bekerja, berupa pendampingan kepada anggota yang mengalami kecelakaan, mulai dari perawatan di rumah akit hingga sudah bisa kembali kerja
  4. Kegiatan preventif dan promotif untuk mendukung supaya terwujudnya keselamatan dan kesehatan saat kerja dengan harapan bisa menurunkan tingkat kecelakaan kerja
  5. Rehabilitasi, bisa berupa alat bantu jika anggota mengalami cacaat fisik
  6. Beasiswa kepada anak dari korban kecelakaan, hingga 12 juta

3. Program Jaminan Kematian (JKM)

Program Jaminan Kematian

Salah satu program untuk kematian ketika tidak disebabkan kecelakaan kerja (Gambar : MarketWatch)

Program BPJS Ketenagakerjaan selanjutnya adalah program jaminan kematian atau JKM. Program ini memberikan manfaat kepada anggota yang meninggal (dalam hal ini ahli waris) yang akan menerima santunan jika anggotanya meninggal dunia karena bukan akibat kecelakaan saat bekerja.

Adapun iuran yang harus dibayarkan anggota JKM (pegawai)  adalah 0,3 % dari gaji tiap bulannya, sedangkan untuk atasan/pengusaha sebesar Rp 6.800,- (enam ribu delapan ratus rupiah) tiap bulannya.

Manfaat jaminan ini jelas untuk ahli warisnya, berupa santunan yang akan dibayarkan kepada ahli warisnya jika pesertanya meninggal ketika masih dalam masa katif (maka perlindungan 6 bulan tidak berlaku kembali), yang terdiri atas :

  1. Santunan sebear Rp 16.200.000 (Enam belas juta dua ratus ribu rupiah)
  2. Santunan berkala yaitu 24 x Rp 200.000 = Rp 4.800.000
  3. Biaya pemakaman Rp 3.000.000
  4. Beasiswa kepada anak peserta yang meninggal dunia, dengan masa iuran paling singkat 5 tahun sebanyak Rp 12.000.000 tiap peserta

Terakhir, biaya iuran akan di update / evaluasi secara berkala paling lama setiap 2 tahun.

4. Program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Pensiun

Salah satu program BPJS Ketenagakerjaan adalah jaminan pensiun (gambar : bangmarten.com)

Jaminan pensiun atau JP adalah jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mempertahankan status sosial/derajat bagi anggota/ahli waris setelah memasuki usia untuk pensiun, ataupun mengalami cacat total tetap atau meninggal.

 

Yang bisa mengikuti program ini ialah para pegawai perusahaan ataupun perseorangan. Bagi karyawan yang didaftarkan preusahaan memiliki usia paling banyak satu bulan sebelum pensium. Usia pensiun adalah 56 tahun, mulai 1 Januari 2019 usianya menjadi 57 tahun, dan bertambah 1 tahun setiap 3 tahun sampai maksimal 65  tahun.

Baca juga : 7 Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil

Untuk iuran jaminan pensiun sendiri sebanyak 3% dari gaji, dengan kewajiban membayar 2% perusahaan dan 1% karyawan.

Manfaat mengikuti jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Yang jelas manfaat utamanya adalah supaya kita mendapatkan jaminan keuangan saat kita sudah pensiun nanti, untuk detailnya berikut manfaat JP :

  1. Manfaat pensiun hari tua, mendapatkan uang tunai bulanan (untuk anggota minimal 15 tahun) sampai meninggal dunia
  2. Manfaat pensiun cacat, mendapat uang tunai bulanan jika mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen
  3. Manfaat bagi ahli waris yang ditinggalkan,
  4. Manfaat pensiun anak
  5. Manfaat pensiun orang tua
  6. Manfaat lumpsum

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi website http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/

Nah itu tadi adalah penjelasan singkat tentang cara mendaftar dan program-program BPJS Ketenagakerjaan. Semoga memberikan wawasan kepada Anda tentang salah satu program utama dari pemerintah Indonesia saat ini.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: