Contek Cara Nabi untuk Menghargai Orang

Cara Menghargai – Setalah kita memngatahui bahwasannya popularitas bukanlah jaminan kesuksesan bagi kita, apabila anda lupa dengan penjelasannya klik disini. Maka kita juga perlu untuk menghargai orang, karena dengan sikap saling menghargai ini dapat membuat hidup kita menjadi tentram.

Bagaimana anda untuk menghargai orang? Kalau anda butuh referensi untuk dapat mengharagai orang dengan baik maka kita dapat mencontoh cara Nabi mengharagi orang. Untuk lebih jelasnya tentang cara Nabi untuk dapat mengharagai orang maka perhatikan penjelasn berikut ini.

Di Indonesia kita mempunyai slogan yang bagus yaitu, “bangsa yang bear adalah bangsa yang dapat menghargai para pahlawannya.”

Pada umumnya orang yang dikatakan cerdas serta sensitif akan mampu untuk berempati serta dapat mengharagi terhadap semua nilai prestasi. Ini juga seperti yang telah ditunjukkan oleh salah satu sahabat Nabi, namanya adalah Julaibib. Dia bukan yang begitu terkenal, bahkan dia dapat dikatakan lelaki miskin yang tidak memiliki kedudukan serta tidak dikethui nasabnya.

Karena kemiskinannya sampai keinginan menikahnya pupus, akan tetapi ia merupakan orang yang rajin berdzikir, serta tidak pernah absen untuk sholat berjamaah pada shaf pertama dan juga ia sangat aktif daam medan pertempuran.

Pada suaru hari ia melintas dihadapan Rosulullah SAW, Nabi pun menyapa dengan akrabnya sabil bertanya kepada Julaibib, “Hai Julaibib, apakah kamu tak ingin menikah?” Ia pun menjawab pertanyaan Nabi, “Wahai Rolullah, siapa yang mau menikah dengan akau yang tidak mempunyai harta serta kedudukan.” Rosulullah menanyakan hal yang sama pada setiap kesempatan.

Hingga pada suatu hari iadiutus untuk menemui sebuah keluarga untuk meminang putri dari keluarga tersebut untuk menjadi istrinya. Tentu saja ayah dari gadis tersebut menolak pinangan dari Julaibib tersebut.

Mendengar penolakan yang dilakukan dari keluarganya terhadap sahabat Nabi yang dipercaya Nabi agar dapat meminangnya, gadis tersebut berkata kepada kedua orang tuanya, “Pantaskah ayah dan Ibu menolak permintaan dari Rosul? Tidak demi Allh yang jiwaku ada dalam kekuaaan-Nya.”

Cara untuk menghargai

berukut merupakan salah satu pembelajaran untuk repect (image : google)

Mendengar perkataan dari putrinya, maka diterimalah pinangan itu serta terwujudnya rumah tangga yang berlandaskan akan ketaqwaan serta ridha-Nya. Seruan untuk berjihad pun datang, Jualibib ikut aktif dalam peperangan serta ia dapat membunuh tujuh orang kafir sebelu ia sendiri syahid dijalan Allah SWT.

Setelah peperangan Roul memeriksa nama-nama sahabat yang telah gugur serta para sahabat melaporkan nama-nama sahabat yang gugur. Akan tetapi mereka lupa dengan Julaibu sehingga mereka tidak melaporkannya kepada Nabi, ini dikarenakan in bukan orang yang terpandang juga bukan orang terkenal.

Kan tetapi Rosulullah tetap ingat dengan Julaibi, Beliau sama sekali tidak melupakan dia. Nabi pun berkata, “ akan tetapi aku merasa ehilangan Julaibib.” Akhirnya Rosulullah menemukan jenazah Julaibi dalam keadaan tertutup pasir.

Kemudian Nabi membersihkan pasir dari wajahnya seraya berabda, “Ternyata engkau telah membunuh tujuh orang musuh, kemudian engkau terbunuh. Engkau termasuk golonganku, dan aku pun termasuk golonganmu. Engkau termasuk golonganku, dan aku pun termasuk golonganmu.

Engkau termasuk golonganku, dan aku pun termasuk golonganmu. “

Begituklah cara Rosulullah menghargai setiap prestasi kaumnya. Bukan terhadap harta apalagi kedudukannya, akan tetapi lebih lebih pada iman serta pengorbanannya. Pada sebuah prestasi serta kemampuan untuk dapat melejitkan diri.

Soal kita dikenal atau tidaknya, itu semua merupakan urusan Allah Rabbul ‘izzati. Untuk itu marilah kita bekerja serta teru berprestasi hingga maut menghampiri kita. Yang disebut sebagi pahlawan sejati bukan lah kolektor atribut yang ada di dunia ini, hanyalah keridhaan Allah yang kita cari.

Dalam Al-Qur’an pun telah ditegaskan dalam Surat At-Taubah ayat 105, yang artinya “Dan bekerjalah, maka Allah, Rosul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui aka yang ghaib dan nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan,”

Jadi kita boleh menghargai seseorang dari kedudukan serta harta yang dia miliki saja, belum tentu yang tidak punya harta dan kedudukan lebih rendah dari kita. Bisa saja mereka itu diatas dari kita, maka kita haruslah meniru Rosulullah dalam menghargai orang lain.

Demikianlah artikel tentang cara Rosulullah menghargai orang lain, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih telah membaca artikel kami, sampai jumpa pada artikel yang lainnya.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: