Cara Membuat E-Paspor dan Syaratnya

Bila kita adalah seorang traveller ataupun yang suka dengan hal itu maka sudah saatnya kita mulai mengetahui tentang e-paspor.

Kalau selama ini  yang kita tahu hanya paspor biasa yang dibuat pada kantor imigrasi di daerah masing-masing, beda halnya dengan e-paspor yang mana cara pembuatannya serta biaya pembuatannya sangatlah berbeda.

Untuk fungsinya sendiri, e-paspor ini dengan paspor biasa (paspor konvensional) mempunyai kegunaan serta fungsi yang sama, yakni untuk menerangkan identitas dari pemilik apabila sedang melakukan perjalanan ke antar negera.

Hampir mirip dengan KTP, sehingga bila kita sederhanakan pengertiannya maka paspor ini layaknya KTP internasional.

Bila kita lihat dari jenisnya maka setidaknya terdapat 3 jenis paspor ini. Pertama adalah paspor biasa dengan jumlah halaman 24. Jenis paspor yang ini sangat cocok kita gunakan apabila kita ingin berkunjung ataupun menetap di sutu maupun beberapa negera saja. Untuk jenis kedua adalah paspor yang mempunyai 48 halaman.

Paspor ini sangat cocok kita gunakan untuk berkunjung maupun menetap di banyak negara. Sedangkan untuk jenis paspor terakhir adalah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini, yaitu e-paspor atau lebih kita kenla dengan paspor elektronik.

E-Paspor, Mempermudahkan Untuk Melancong ke Luar Negeri

Paspor elektronik atau disingkat e-paspor ini sebenar mempunyai bentuk yang hampir sama dengan paspor biasa yang sering kita lihat dan kenal.

Tapi terdapat perbedaan, yakni tertanamnya sebuah chip pada bagian depan yang mana berisikan data biometrik dari pemilik paspor tersebut sehingga e-paspor ini sulit untuk dipalsukan.

Data biometrik yang tersimpan kedalam chip e-paspor ini seperti halnya data biometrik wajah, data biometrik sidik jari serta berbagai macam data-data yang mendukung lainnya.

Baca juga : 7 Langkah Membuat Paspor Online Cepat dan Murah

Untuk pembuatan maupun penanaman data biometrik ini ke dalam chip e-paspor sudah menggunakan strandar yang diterapkan di International Civil Aviation (ICAO) bahkan sudah banyak digunakan oleh negara seperti halnya Australia, Malaysia, Inggris, Amerika serikat, Jepang, dan negara-negara yang lain.

Untuk negara yang disebutkan terakhir tadi yakni negara Jepang, Indonesia mendapatkan hal ekslusive dari pemerinatah Jepang. Pemerintah Jepang akan menggratiskan atau boleh dibilang memberlakukan aturan bebas visa kepada seluruh warga Indonesia yang mempunayi e-paspor ini.

Bila sebelumnya dalam pembuatan visa ini akan memperlukan proses yang cukup rumit untuk proses pengajuannya, maka khusus untuk negera Jepang semua hal tersebut tidak akan diperlukan lagi. Kita hanya tinggal mendaftarkan e-paspor kita pada kantor Dubes Jepang ataupun Konsulat Jepang yang ada di Indonesia dan visa sudah tak kita perlukan lagi.

Oh iya yang perlu kita ingat adalah pemberlakuakn bebas visa ini hanya berlaku untuk negara Jepang saja ya, untuk negara yang lain tetap membutuhkan visa ini.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya untuk mensosialisasikan dengan menganjurkan warga negara Indonesia menngunakan dan mempunyai e-paspor untuk mempermudah pejalanan ke luar negeri.

Terus bagaimana cara memperoleh atau membuat e-paspor ini? Apa saja syaratnya? dan berapa jumlah biaya yang kita perlukan? Untuk mengetahui itu semua silahkan perhatikan ulasan berikut ini.

Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Membuat E-Paspor

Terdapat beberapa hal yang perlu kita ketahui untuk pengajuan permohonan pembuatan e-paspor ini. Salah satunya yakni mengenai kendala yang masih dapat kita temui tentang registrasi online dan hal lainnya. Berikut ini penjelasannya.

1. Metode Walk-in

Mengingat cukup banyaknya keluhan tentang tata cara pendaftaran e-paspor ataupun paspor melalui form registrasi online. Untuk itu sebaiknya kita datang langsung saja ke kantor imigrasi yang ditunjuk untuk pembuatan e-paspor ini.

(Update terbaru bahwa e-paspor ini hanya dapat dilakukan dengan acara datang langsung ke kantor imigrasi serta pendaftaran secara online telah ditutup).

2. Kantor yang Melayani Oembuatan E-Paspor

Untuk saat ini pembautan e-paspor ini hanya dapat dilayani di kantor imigrasi di DKI Jakarta, Batam dan Surabaya. Sedangkan bagi kita yang berada diluar ketiga kota tersebut maka kita harus mendatangi salah satu kantor imigrasi tadi.

Tapi yang perlu kita ingat, bahwa aturan tersebut hanya berlaku untuk pembautan e-paspor saja sedangkan untuk paspor biasa (paspor konvensional) kita cukup datang ke kantor imigrasi di daerah masing-masing.

Baca juga : Info Lengkap Internet Banking Bank Mandiri

Untuk wilayah DKI Jakarta tepatnya kita harus mengurus e-paspor ini di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Tanjung Priok dan juga Soekarno-Hatta. Sedangkan untuk daerah Batam di Kantor Imigrasi Batam dan untuk Surabaya sendiri ada di Kantor Imigrasi Kota Surabaya.

3. Pilih E-Paspor atau Paspor Konvensional

Oh iya untuk dapat mempermudahkan e-paspor ini, ada baiknya kita menunggu terlebih dahulu paspor konvensioanl kita sudah habis masa berlakunya.

Jika belum habis, maka hal ini akan mempersulit untuk pengurusan e-paspor di kantor imigrasi. Bila kita ingin membuat paspor baru, maka kita harus memperhatikan prioritas mana yang kita butuhkan. Jangan sampai saat kita sudah dalam pengurusan paspor konvensioanl lalu juga mengurus e-paspor dalam waktu yang bersamaan.

Maka kita hendaknya memilih salah satu saja dan mana yang memang kita prioritaskan karena keduanya juga mempunyai fungsi dan kegunaan yang sama.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, bila kita telah berencana untuk mengunjungi atau berwisata ke negara Jepang dan ingin mendapatkan bebas visa, maka kita akan memilih mengurus e-paspor saja.

Akan tetapi bila kita telah terlanjur untuk mengurus visa yang konvensional dan kita terpaksa untuk mengubahnya ke e-paspor maka hal tersebut akan membutuhkan biaya tambahan atau ekstra.

Pasalnya untuk biaya pembuatan paspor konvensional akan tetap hangus atau tidak bisa kita ambil kembali dan kita harus mendaftar ulang serta membayar ulang untuk pembautan e-paspor ini dengan biaya yang lebih mahal.

Persyaratan untuk Pembuatan E-Paspor

Terdapat beberapa persyaratan khsusus untuk pembauatn e-paspor ini. Adapun persyaratan pembuatan e-paspor sebagai berikut :

  1. KTP
  2. Kartu Keluarga
  3. Akta Kelahiran
  4. Ijasah
  5. Surat Rekomendasi
  6. Kartu Pelajar
  7. Lembar Pernyataan Paspor Baru

Pastinya untuk poin 1-4 sudah dirasa cukup jelas. Sedangkan poin kelima atau surat rekomendasi diperlukan apabila kita bukan warga dari kota tempat untuk pembuatan e-paspor yang telah disebutkan tadi (DKI Jakarta, Batam, Suarabaya).

Sebagai conoth saat kita sedang bekerja di Yogyakarta dengan KTP Jawa Tengah, maka kita memerlukan surat rekomendasi dari perusahaan kita bekerja. Surat rekomendasi tersebut harus ditanda tangani oleh atasan, serta terdapat stempel dari perusahaan. Untuk poin ke-6 ini diperlukan apabila status kita masih pelajar.

Sedangkan untuk poin yang ke-7 kita dapat memperoleh Lembar Pernyataan Paspor Baru bermatarai ini di koperasi kantor imigrasi setempat.

Baca juga : 5 Alasan Kenapa Anda Harus Memulai Gaya Hidup Sehat Sekarang Juga!

Untuk itu lengkapilah semua dokumen yang kita butuhkan seperti diatas tadi (tapi sesuaikan dengan kriteria kita) dan juga dengan fotokopiannya. Yang perlu kita ingat adalah semua kopian tadi harus menggunakan kertas A4. Selain hal itu petugas tak akan menrima dokumen yang kita fotokopi tersebut.

Misalkan saja kita seorang pelajar maka kita harus menlangkapi 5 dokumen asli (KTP, KK, Akta Kelahiran, Ijasah dan Kartu Pelajar) dengan dilengkapi fotokopinya.

Mengingat bahwa kantor imigrasi tersebut bisa saja jauh dari tempat tinggal kita, maka akan kebih bijak bila kita meneliti terlebih dahulu kelengkapan persyaratan pembuatan e-paspor sebelum kita berangkat ke kantor imigrasi. Bila tidak kita akn bolak-balik ke rumah untuk melengkapi kekurangan persyaratan, tentunya hal ini akan merepotkan dan menyita waktu kita.

Tata Cara Pembautan E-Paspor

Untuk kelancaran dan kenyaman dalam pembuatan e-paspor ini, ikutilah tahapan dan prosesn di bawah ini secara tertib dan juga rapi :

1. Datang Lebih Awal

Usahankanlah kita datang lebih awal, karena umumnya kantor imigrasi ini akan sangat padat dikunjungi oleh orang-orang pada hari kerja. Dan apabila memang kita perlu untuk mendapatkan nomor antrian yang pertama maka kita dapat datang jam 5 atau malah jam 4.

2. Bawa Alat Tulis Sendiri

Walaupun kantor imigrasi akan menyediakan alat tulis, akan lebih baik kita membawa alat tulis sendiri untuk berjaga-jaga.

3. Menerima Arahan dari Petugas

Setelah gerbang dibuka maka kita akan menerima arahan dari para petugas tentang tata cara pendaftaran. Petugas ini akan mengurutkan dan merapikan barisan dan juga akan memberikan pengarahan bagaimana dokumen dan kelengkapan yang harus dibawa apakah sudah komplit atau belum.

Baca juga : 5 Peluang Kerja Sampingan untuk Mahasiswa dan Pelajar

Selanjutnya petugas akan membagikan nomor antrean, nah sealnjutnya kita akan menuju ke ruang tunggu sambil menunggu panggilan petugas sesuai dengan nomor antrean yang kita dapat. Petugas juga akan mengecek kembal tentang kelengkapan dari dokumen yang kita bawa.

4. Wawancara dan Pengambilan Foto

Pada tahapan ini kita perlu cemas akan materi dari wawancara. Cukup dengan menjawab jujur apa yang ditanya oleh petugas. Jangan sampai kita memberikan jawaban yang ragu-ragu maupun permohanan pembuatan e-paspor kita bisa saja ditolak oleh pihak imigrasi. Selanjutnya akan ada tahapan pengambilan foto yang akan tertera pada e-paspor kita.

5. Membayar ke Bank BNI

Setelah setiap tahapan selesai dilakukan, maka petugas akan memberikan blanko untuk pembayaran ke BNI. Simpan dengan baik-baik bukti pembayaran dari bank tersebut untuk bukti dan untuk pengambilan e-paspor. Untuk itu jangan sampai hilang.

6. Pengambilan E-Paspor

Pembuatan e-paspor ini kurang lebih akan membutuhkan waktu 4 hari kerja setelah kita melakukan pembayarn. Untuk pengambilan e-paspor yang sudah jadi, kita perlu untuk menyerahkan bukti pembayaran ke petugas dan selanjutnya kita tinggal menunggu panggilan dari petugas. E-paspor pun sudah jadi dan siap di bawa travelling.

7. Biaya Pembuatan E-Paspor

Untuk biaya pembuatan e-paspor ini sebesar Rp. 655.000,00. E-paspor ini juga mempunyai masa berlaku selama 5 tahun dengan jumlah halaman sebanyak 48 halaman. Untuk itu segera kita urus e-paspor ini untuk kelancaran dan kenyaman dalam perjalan kita keluar negeri.

E-Paspor Mudah Kita Dapat, Traveliing Juga Kian Nikmat

Untuk kita yang penggemar dari travelling mungkin ini saat untuk pindah ke e-paspor untuk menunjnag segala aktivitas kita.

Pahamai segala syrat serta tata cara proses pengajuannya hingga kita dapat dengan mudah untuk memperoleh e-paspor. Aktivitas travelling yang kita lakukan akan lebih nikamy dan menyenangkan dengan segala kelebihan, kemudahan serta segela fesilitas yang diberikan oleh e-paspor.

Cari Artikel di Sini


Cara Membuat E-Paspor dan Syaratnya | Admin | 4.5
%d bloggers like this: