Pengertian Asuransi Syariah dan Perbedaannya dengan Asuransi Konvensional

Ada banyak jenis dan manfaat yang diberikan oleh asuransi. Namun akan lebih baik lagi bila kita mengenal dengan baik asuransi yang akan kita gunakan. Dan beberapa tahun terakhir ini telah hadir asuaransi syariah menjadi buah bibir. Asuransi ini hadir dengan segala kelebihannya yakni adana produk asuransi yang sesuai dengan ketentuan syariah.

Bila kita berkaca dari Dewan Syariah Nasional, maka asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling menlindungi dan saling tolong menolong diantara beberapa orang, yang mana melalui sebuah investasi dalam bentuk aset atau dikenal dengan istilah tabarru yang akan memberikan pola pengembalian untuk menghadapi setiap risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah tentunya.

Asuransi tapi ini hampir mirip dengan asuranis konvensional, tapi bedanya peranan dari perusahaan asuaransi hanya sebatas untuk mengelola operasional dan investasi sejumlah dana yang diterima (premi).

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Dalam perkembangannya sendiri asuransi syariah ini memberikan keuntunganyang lebih daripada asuransi konvensional. Nah berikut ini beberapa perbedaan asuaransi syariah dengan konvensional.

1. Pengelolaan Risiko

Pada prinsipnya asuransi syariah ini merupakan sekumpulan orang ang saling membantu dan tolong membantu, saling menjamin dan ekerja sama dengan mengumpulkan dana hibah (tabrru). Atau boleh dibilang menggunakan prinsip sharing of risk.

untuk asuransi konvensional, menggunakan prinsip transfer of risk atau risiko akan bebankan oleh peserta asuransi kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung dalam perjanjian asuransi tersebut.

2. Pengelolaan Dana

Asuransi Syariah bersifat transparan dan digunakan untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin yang dibagikan kepada pemegang polis asuransi.

Sedangkan untuk yang konvensional akan menentukan besarnya premi yang ditujukan mendapatkan keuntungan bagi perusahaan asuransi.

3. Sistem Perjanjian

Dalam asuransi syariah menggunakan akad tabrru yang dipastikan halal. Sedangkan untuk yang konvensional lebih cenderung menggunakan prinsip jual beli.

4. Kepemiikan Dana

Untuk asuransi Syariah, dana sepenuhnya milik bersama (peserta asuransi) dima perusahan hanya sebagai pengelola dana. Berbeda dengan asuransi konvensional dimana dana adalah sepenuhnya milik oerusahaan, dan perusahan mempunyai kewengan penuh akan dana tersebut.

5. Pembagian Keuntungan

Untuk keuntungan dari asuransi syariah akan dibagikan kepada setiap peserta asuransi. Sebaliknya padaasuransi konvensional, semua keuntungan akan menjadi hak milik perusahaan.

6. Kewajiban Zakat

Perusahaan asuransi syariah akan mewajibkan pesertanya untuk membayarkan zakat yang besarnya ditentunkan dari keuntungan yang di dapatkan perusahaan. Sedangkan pada perusahaan asuransi konvensional ini tak berlaku.

7. Klaim dan Layanan

Di asuransi syariah diterapkan sistem kartu (cashless) dan membayar semua tagihan yang timbul. Satu polis asuransi juga dapat digunakan untuk semua anggota keluarga. Berbeda dengan yang konvensional yang hanya digunakan pada setiap orang. Asuransi syraiah juga memungkinkan kita melakukan doubel claim, dimana kita masih dapat mengajukan klaim walaupun kita telah mendapatkannya di asuransi kita yang lain.

8. Pengawasan

Asuransi syariah ini diawasi secara ketat yang dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia), yang tujuan utamanya mengwasi setiap segela bentuk pelaksanaan prinsip ekonomi syariah. Dan untuk setiap lembaga keungan syariah mempunyai Dewan Pengawas Syariah (DPS), yang bertugas sebagai perwakilan dari DSN yang memastiakn lembaga syariah menjalankan prinsip syariah secara benar.

Disinilah peranan DSN yang melakukan pengawasan terhadap segala opersional asuransi syariah. Bahkan menimbang segala sesuatu harta yang akan diasuransikan, apakah halal atau tidak. Disini akan dilihat dari sumber dan asal harta serta pemanfaatannya.

Hal ini berbeda jauh dengan asuransi konvensional yang membolehkan setiap objek (harta) diasuransikan tak memperdulikan asal, sumber dan pemanfaatannya.

9. Instrumen Investasi

Untuk asuransi syariah, investasi ini tak boleh bertentengan dengan prinsip-prinsip syariah dan mengandung unsur haram dalam kegiatannya.

Hal ini tentunya berbeda dengan dengan asuransi konvensioanl yang nama pada dasarnya perusahaan asuransi konvensional akan melakukan berbagai macam investasi dalam berbagai instrumen yang bertujuan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Dan tak memperdulikan haram atau halalnya, karena harta yang dikelolanya adalah milik perusahaan bukan milik pemegang polis. Dengan begitu perusahaan mempunyai hak penuh atas dana tersebut.

10. Dana Hangus

Pada asuransi syariah tak mengenal dana hangus, hal ini dikarenakan dana kita masih bisa diambil walaupun sebagian kecil yang diikhlaskan sebagai dana tabarru. Hal ini tentunya berbeda dengan asuransi konvensional yang mengenal istilah “dana hangus”. Ini terjadi karena pemegang polis tak melakukan klaim.

Pertimbangkan dengan Baik Asuransi yang Akan Digunakan

Yang perlu kita ingat baik itu asuransi syariah maupun konvensional pastinya membunya kelebihan serta kekurangan masing-masing. Yang terpenting adalah kita sebagai calon pengguna wajib mengetahui kekurangan dan kelebihannya dan yang paling tepat bagi kita. Dengan begitu kita akan mendapatkan manfaat serta keuntungan yang maksimal dari asuransi.

Cari Artikel di Sini


Pengertian Asuransi Syariah dan Perbedaannya dengan Asuransi Konvensional | Admin | 4.5
%d bloggers like this: